JAKARTA - Dulu, Deandra Syarizka harus mencari hari ketika tidak ada jadwal kuliah supaya memiliki waktu cukup bolak-balik antara kampusnya di Jatinangor dengan rektorat di Dipati Ukur untuk mengurus proposal kegiatan. Tak heran, Jatinangor-Dipati Ukur harus ditempuh dalam waktu sedikitnya 1,5 jam.
Kini, setelah rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad) pindah dan mulai beroperasi di Jatinangor, Sumedang, Izka, demikian dia biasa dipanggil, pun tidak kerepotan lagi mengurus administrasi dan birokrasi berbagai kegiatan yang dihelatnya.
"Ngurusin proposal acara sekarang sudah enggak ribet lagi. Lebih gampang, lebih menghemat ongkos, waktu dan tenaga. Sekarang saya bisa bolak-balik ke rektorat di sela-sela waktu kuliah," kata Izka ketika dihubungi okezone, Selasa (3/1/2012).
Pengalaman mahasiswa Ilmu Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad angkatan 2008 ini dialami sebagian besar mahasiswa Unpad. Pasalnya, sebagian besar mahasiswa Unpad yang berada di Jatinangor, harus meluangkan waktu berjam-jam untuk mengurus berbagai administrasi, baik itu proposal kegiatan maupun beasiswa, di rektorat yang berada di Dipati Ukur, Bandung.
"Dari segi kepentingan mahasiswa yang sebagian besar berada di Jatinangor, kepindahan rektorat ini jelas mendukung kepentingan mahasiswa. Urusan administrasi jadi lebih mudah sekarang," kata Tantri Maharani, mahasiswa jurusan Public Relations, Fikom Unpad, angkatan 2007.
Meski dinilai lebih memudahkan mahasiswa yang sebagian besar berada di Jatinangor, Tantri menilai, perlu ada perhatian khusus bagi mereka yang berada di Bandung. Pasalnya, menurut Tantri, banyak dosen dan mahasiswa Unpad di Bandung telah memiliki penelitian dengan fondasi cukup kuat di Bandung.
"Kepindahan rektorat ini dikhawatirkan akan membuat mereka harus mengulangi penelitian dan berbagai kerja sama dari nol lagi," mahasiswa angkatan 2007 itu mengimbuhkan.
Tapi, Abdullah Kholifah, mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengaku tidak keberatan dengan perpindahan ini. Meski awalnya berat dan malas, karena harus menempuh waktu cukup lama ke rektorat, dia justru cukup senang rektorat pindah ke Jatinangor.
"Saya bisa merasakan suasana kampus lebih kental di Jatinangor. Soalnya, di Bandung cuma ada kampus saya dan kampus Fakultas Hukum (FH). Di Jatinangor saya bisa ketemu lebih banyak teman," tuturnya riang.
(Rifa Nadia Nurfuadah)