JAKARTA - Musim penghujan ini ternyata memberikan ketakutan kepada warga yang tinggal di bantaran Ciliwung. Terlebih mereka yang berada di atas tebing yang di bawahnya adalah Kali Ciliwung.
Seperti warga di RW 4, 8, 9, 10, 11, 14 di Keluruhan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Adalah Hj. Suryani (54) warga Jalan Asem Baris RT 7/ RW 11, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan yang dihantui tanah longsor. Pasalnya rumahnya berada 10 meter dari kali dengan ketinggian sekira 10 meter.
"Kemarin waktu hujan besar takut longsor juga. Soalnya pohon mangga yang ada di pinggir kali itu longsor," katanya saat ditemui okezone di kediamannya, Jakarta, Jumat (6/1/2012).
Perempuan paruh baya ini menambahkan, sudah beberapa kali merenovasi rumahnya karena imbas adanya pergeseran lapisan tanah. "Rumah saya sering retak-retak, sekarang sih sudah direnovasi. Lihat saja nih miring-miring," tambahnya.
Letak rumahnya berada di atas tebing yang dibawahnya adalah kali ciliwung. Meski di atas tebing, tak ada pagar pembatas atau penuraban di sekitarnya.
"Ya beginilah, hanya ada patok-patok ini saja. Ini kita buat patok-patok sementara dengan menggunakan karung-karung pasir. Ini swadaya masyarakat," tambahnya.
Wanita yang sudah puluhan tahun tinggal di daerah itu makin takut dengan keadaan yang sekarang. Pasalnya jalan-jalan dan rumahnya juga sudah tidak rata lagi alias miring.
"Dulu sih rata mas, nggak tahu sejak kapan miring gini. Rumah saya juga jadi retak-retak," tuturnya.
Pantauan okezone, sepanjang jalan di daerah ini retak-retak. Kemiringan juga terjadi, diperkirakan kemiringan mencapai 25 derajat. (nto)
(Ahmad Dani)