SOLO- Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo Widdi Srihanto mengatakan Museum Radya Pustaka Solo, Jawa Tengah tahun 2012 ini akan direvitalisasi.
“Anggarannya akan kami ajukan kepada Pemerintah Pusat, sebesar Rp1 miliar,” ungkap Widdi Srihanto saat ditanya soal Museum Radya Pustaka, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/1/2012)
Lebih lanjut Kepala Dinas Pariwisata kota Solo mengatakan kondisi Museum Radya Pustaka saat ini memang perlu adanya perbaikan. “Perbaikan bukan pada bangunan fisik, tetapi pada interior museum bagian dalam,” jelasnya.
Menurut Widdi Srihanto, bagian dalam museum yang perlu perbaikan, diantaranya seperti ruangan, rak pajangan, dan sebagainya. “Sekarang ini, penataan koleksi yang ada di Museum Radya Pustaka, terkesan semrawut. Sehingga perlu ditata,” tandasnya.
Terkait dengan anggaran, Widdi Srihanto mengatakan bahwa sengaja Pemerintah Kota Solo mengajukan anggaran kepada Pemerintah pusat. Karena APBD kota Solo sangatlah terbatas dan tidak mencukupi untuk revitalisasi Museum Radya Pustaka. Padahal, revitalisasi terhadap Museum Radya Pustaka perlu segera dilaksanakan.
Saat melakukan revitalisasi nanti, kata Widdi Srihanto lagi, Dinas Pariwisata kota Solo akan mengajak kerjasama Balai pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3). “Bukankah BP3 adalah instansi yang ahli di bidang peninggalan sejarah,” ujarnya.
Sementara itu, Museum Radyapustaka Solo, yang dibangun pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV, kini telah berusia lebih dari satu abad. Museum yang berada di kawasan Taman Sriwedari Solo itu, menyimpan berbagai ratusan koleksi wayang kulit, karya sastra, patung dan sebagainya. Bahkan salah satu koleksi wayang kulit ada yang berusia lebih dari 200 tahun.
(Stefanus Yugo Hindarto)