JAKARTA - Rumah Sakit (RS) Persahabatan sejak tahun 2005 lalu, telah menerima 300 pasien rujukan suspect flu burung. Dari jumlah itu pasien yang positif flu burung berjumlah 30 sampai 40 orang.
"Dari jumlah pasien itu, hampir semuanya tidak tertolong, hanya enam pasien saja tertolong," kata Direktur Utama RS Persahabatan, dr Priyanti Z Soepandi, usai peresmian beberapa ruangan baru di RS Persahabatan, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat, (3/2/2012).
Menurutnya para pasien yang meninggal ini rata-rata terlambat penanganannya dan sudah stadium empat. "Mereka rata-rata datang setelah tujuh hari terinspeksi flu burung," terangnya.
Ia menjelaskan enam pasien yang dapat sembuh dari flu burung, stadium 1 sebanyak satu orang, stadium 2 sebanyak satu orang, stadium 3 dua orang, dan stadium 4 dua orang. "Stadium 4 yang dapat sembuh ini merupakan ibu dan anak," terangnya.
Dalam peresmian setelah renovasi ruang isolasi flu burung di RS Persahabatan, terdapat penambahan fasilitas yaitu, ruang tekanan negatif, ruang tunggu pasien, dan ruang jenazah khusus pasien flu burung. "Ruang isolasi flu burung memang sudah lama ada, namun kita melakukan penambahan ruang tekanan negatif," jelas Priyanti.
Selain itu, RS Persahabatan juga merenovasi ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU), griya Puspa ruang rawat inap VIP dan VVIP untuk berbagai penyakit, pojok informasi, dan ruang rawat jalan atau poliklinik.
(Muhammad Saifullah )