SOLO - Ribuan warga Solo, Jawa Tengah, saling berebut empat pasang gunungan yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta. Panasnya terik matahari, tidak dihiraukan warga yang memadati halaman Masjid Agung Solo.
Baik tua maupun muda saling berebut empat buah gunungan yang berisi hasil pertanian, seperti kacang panjang, cabai, kentang, terong dan apem, usai didoakan di Masjid Agung. Aparat keamanan yang diterjunkan, termasuk prajurit Keraton Surakarta, tidak berdaya menghadapi warga yang saling berebut gunungan, yang mereka percaya membawa berkah tersendiri bagi yang mendapatkan salah satu hasil pertanian yang disajikan dalam gunungan tersebut.
Seperti pengakuan Handayani, warga Jebres, Solo ini. Dia mengaku sudah dua kali mengikuti ritual Grebek Gunungan. "Alhamdulilah, tahun ini saya bisa dapat gunungan. Meskipun hanya daun pisang, cabai dan kacang panjang, satu-satu, tidak masalah. Dibandingkan tahun lalu yang tidak dapat apa-apa," jelas Handayani dengan logat jawa, kepada okezone di Solo, Minggu (5/2/2012).
Dia menambahkan,hasil gunungan yang dipercaya sebagai tolak bala ini, akan ditaruh di dagangan miliknya. "Biar berkah dan terhindar kesialan,"jelasnya.
Penanggung jawab ritual Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Puger mengatakan, empat pasang gunungan, laki dan perempuan yang diarak dari Keraton menuju Masjid Agung ini, menandai puncak dari perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW, serta menandai berakhirnya pasar malam Sekaten yang telah digelar selama 1 bulan penuh.
Rangkaian arak-arakan empat pasang gunungan ini diawali dengan iring-iringan prajurit Keraton, disusul dengan iring-iringan abdi dalem Kraton dan di belakangnya di susul empat pasang gunungan yang ditutup dengan delapan kotak pusaka milik Kraton Surakarta.
"Untuk tahun ini, lebih banyak gunungan yang diarak dibandingkan tahun lalu, yang hanya dua pasang gunungan," jelasnya.
(Muhammad Saifullah )