Fakultas Sastra Unpad Berubah Nama Jadi FIB

Margaret Puspitarini, Jurnalis
Jum'at 24 Februari 2012 13:41 WIB
Ilustrasi : ist.
Share :

JAKARTA - Fakultas Sastra Universitas Padjajaran (Unpad) berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Seiring dengan perubahan nama tersebut, terdapat beberapa pengembangan yang akan dilakukan, termasuk perubahan administrasi dan kurikulum.

Dekan FIB Unpad Dadang Suganda berharap, perubahan ini dapat meningkatkan kompetensi lulusan FIB dibandingkan sebelumnya.  Dia mengatakan, ada lima dasar pemikiran mengapa Fakultas Sastra berubah nama menjadi FIB. Pertama, selama ini banyak masyarakat yang menganggap Fakultas Sastra hanya mempelajari masalah-masalah bahasa dan sastra.

"Padahal konten  ilmu yang kami pelajari bukan hanya bahasa dan sastra, tetapi menyangkut juga aspek budaya secara luas,” kata Dadang seperti dikutip dari situs Unpad, Jumat (24/2/2012).

Dasar pemikiran kedua, lanjutnya, banyak masyarakat yang menganggap alumni Fakultas Sastra tidak capable menghadapi dunia kerja di bidang kebudayaan secara umum. Sementara dasar pemikiran ketiga, perubahan nama ini diharapkan akan membuka banyak akses fakultas, terutama terkait dengan program kerja sama dan lapangan pekerjaan bagi alumni. Keempat, ujar Dadang, adanya dorongan dinamika sosial masyarakat yang semakin hari semakin berkembang. Menurut Dadang, kondisi ini tentu mendorong adanya semacam penyesuaian, baik label secara permukaan maupun konten yang ada dalam keilmuan itu sendiri.

"Terakhir, perubahan nama itu juga hasil uji kelayakan dari stakeholder, terutama para alumni dan mahasiswa. Para alumni juga mendorong kami agar mengubah nama Fakultas Sastra ke FIB," imbuhnya.

Menghadapi perubahan nama tersebut, FIB sudah membuat formulasi kurikulum baru dengan mengadopsi jiwa kebudayaan yang mencakup kompetensi utama dan pendukung. Kompetensi pendukung yang akan dikembangkan oleh fakultas, yaitu kompetensi dalam menguasai teori-teori, wujud-wujud, dan proses-proses budaya dalam konteks kajian budaya. Tapi bagi FIB, dasar budaya ini tidak akan terlepas dari kemampuan dasar kompetensi bahasa. Oleh karena itu, bahasa yang bisa dieksplorasi untuk kepentingan kebudayaan.

Kompetensi pendukung  yang dikembangkan FIB untuk jenjang S-1, yaitu kajian budaya, diplomasi, kewirausahaan, dan kepariwisataan. Sementara lima kompetensi utama lulusan FIB ke depannya adalah mampu berkomunikasi dengan baik lisan dan tulisan dalam bahasa yang dipelajari, menguasai gramatika bahasa yang dipelajari, menguasai aspek kemahiran bahasa yang dipelajari terutama berkaitan dengan masalah penerjemahan, mengenal ilmu Linguistik, Sastra, dan Filologi, dan mencapai skor tertentu berdasarkan kualifikasi ukuran kemahiran bahasa yang bersangkutan. Penerapan kurikulum baru ini, lanjutnya, akan mulai dikembangkan pada tahun ajaran 2012/2013.

“Kami jamin lulusan FIB ke depan mampu berkomunikasi bahasa yang dipelajari baik lisan dan tulisan secara aktif, mengenal keilmuan linguistik, sastra, dan filologi. Selain itu dia juga punya bekal ilmu yang sifatnya pragmatis, yaitu kepariwisataan dan kewirausahaan,” katanya menambahkan.

Menurut Dadang, perubahan kurikulum ini menambah kompetensi yang dimiliki mahasiswa. Jika dulu orientasi kompetensi mahasiswa hanya bersifat sains, sekarang ditambah kompetensi yang sifatnya keterampilan profesional.

Kurikulum untuk jenjang pascasarjana pun akan mengalami sedikit perubahan, diperkuat dengan jiwa kajian budaya. Untuk jenjang S-2, selain disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), kurikulum juga akan difokuskan pada kompetensi Linguistik, Sastra, Filologi, Sejarah, dan Budaya. Untuk S-3, diarahkan pada kemampuan berinovasi untuk ilmu-ilmu baru, Bahasa dan Sastra, Filologi, Sejarah, dan Budaya.

“Kemudian harus jadi rujukan bahwa kami akan mengusung tiga aspek dalam konteks keilmuan, yaitu budaya yang mengarah kepada humaniora, budaya yang mengarah kepada seni, dan budaya yang mengarah kepada bahasa. Oleh karena itu, dalam bahasa Inggrisnya kami mengambil Faculty of Arts," kata Dadang.

Dia menyatakan, dengan mengusung tiga aspek tersebut dapat menjadi nilai lebih bagi FIB Unpad dibanding FIB di universitas lainnya. "Kami yakin dengan tiga aspek ini, kami punya potensi yang lebih dari FIB-FIB yang lain,” ujarnya.(mrg)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya