JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan kembali angkat suara soal dugaan keterlibatan elit Partai Hanura dibalik serangan-serangan Nazaruddin. Ramadhan mengaku sengaja melontarkan pernyataan semacam itu lantaran kubu Hanura sering menyudutkan SBY.
"Wiranto bersama Akbar Faisal serta elit-elit Hanura terlalu sering mennyerang SBY. Kenapa kok sekarang saya nyentil Wiranto, geger. Apabila Hanura merasa keberatan maka tangkis pernyataan saya dengan argumentasi," jawabnya saat ditanya wartawan di DPR, Jumat (02/03/2012).
Akibat pernyataan Pohan beberapa hari lalu, kubu Hanura mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap Ramadhan Pohan. Menanggapi hal tersebut Pohan terkesan santai dan akan menerima segala konsekwensinya.
"Ya siap lah. Kalau memang itu yang terbaik kan kita patuh sama penegakan hukum. Ya maksud saya begini sebagai anggota DPR saya bersuara, saya politisi saya bersuara, kalau misal saya melanggar hukum ya diproses," tantangnya.
Lebih lanjut Pohan menambahkan bahwa selama ini Wiranto berdosa banyak kepada SBY. "Wiranto banyak sekali dosanya ke SBY, wah banyak, soal politik. Banyak, bagaimana kita menyusunnya sejak 2004 sampai 2009 Pilpres. Wiranto dan Akbar Faisal sudah sering menyerang pemerintahan dan SBY. Tapi enggak ada tuh dari kita yang mengadukan ke polisi," tegas Ramadhan.
Pada kesempatan tersebut ramadhan justru mengimbau kepada Wiranto untuk lekas meminta maaf kepada SBY. Karena menurutnya Wiranto pernah menyatakan bahwa sebelum masa jabatan SBY berakhir akan terjadi anarkisme nasional.
"Wiranto bilang bahwa SBY eksistensinya enggak sampai 2014 dan ada tedensi gerakan anarkisme. Menurut saya justru gerakan anarkisme harus dihadang dan dilawan oleh Wiranto. Wiranto melihat tren anarkisme, justru dia harus cegah. Kita harus percaya pada konstitusi kita," tegasnya.
Menurut Ramadhan, alangkah lebih baik jika Wiranto membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Karena menurutnya masalah kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
"Ayo sama-sama kita benahi. Dengan SBY mengentaskan kemiskinan, daripada menafkahkan diri menunggu 2014 mending sekarang saja dilakukan untuk rakyat, itu baru mantap. Kan soal kemiskinan ini bukan soal pemerintah saja," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )