JAKARTA - Pengerahan massa PDI Perjuangan untuk menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menuai kritik. PDIP sejatinya menyarakan aspirasi tersebut dalam lingkup parlemen bukan juetru menjadi gerakan non parlementer.
"Saya heran dengan parpol dengan politik kenapa menyuruh kadernya turun ke jalanan, padahal mereka punya perwakilan di parlemen, apa bedanya Mega dengan Habib Rizieq. Seharusnya mereka suarakan di Parlemen," ujar Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan kepada okezone, Senin (26/3/2012).
Seperti diketahui, PDIP akan menggelar aksi 1 juta rakyat pada 27 Maret besok untuk menolak kenaikan harga BBM.
Humas Aksi Nasional Jeppri F Silalahi mengatakan aksi nasional menolak kenaikan harga BBM pada 27 Maret nanti merupakan kesepakatan dari pertemuan di DPD DKI Jakarta, dan itu juga dilakukan di berbagai daerah tingakat kabupaten/kota dan provinsi
"Sikap partai sudah jelas untuk menolak kenaikan harga BBM dan sikap itu juga akan diperjuangkan oleh fraksi kami di parlemen. Lalu sebagai kader, kami juga akan memperjuangkannya lewat ekstra parlementer yaitu turun aksi ke jalan bersama dengan massa rakyat baik itu buruh, mahasiswa, ataupun elemen massa lainnya yang menolak kenaikan harga BBM," ujarnya.
(Rizka Diputra)