JAKARTA - Pelibatan pasukan TNI untuk ikut mengawal demontrasi menolak Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, hari ini, Selasa (2/3/2012) merupakan perintah langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Berbagai kalangan langsung pun langsung memprotes kebijakan SBY tersebut. Seyogyanya, TNI diturunkan untuk mengamankan Negara dari ancaman pihak luar bukan para demonstran.
Aktivis Petisi 28, Hary Rusli menilai perintah pelibatan TNI tersebut adalah bentuk kepanikan Presiden SBY.
“Pelibatan TNI sudah melanggar konstitusi dan Undang-undang yang telah ditetapkan, ini merupakan bentuk kepanikan dari SBY,” ujar Hary Rusli kepada okezone, Senin malam (26/3/2012).
Dijelaskannya, adalah perjuangan rakyat yang telah melahirkan TNI, sehingga tidak perlu TNI mengamankan aksi demo BBM. Jika TNI mengamankan aksi demo, sama saja mengkhianati rakyat.
“TNI harus membela kepentingan Negara, bukan kepentingan SBY, apalagi isu yang mengatakannya akan ada penggulingan terhadap pemerintah, TNI juga harus memilih kepada rakyat bukan kepada pemerintah,” pungkasnya.
(Amril Amarullah)