JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan HAM angkat bicara terkait aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berujung bentrok antara massa dengan polisi di Gambir, Jakarta Pusat, petang ini.
"Seandainya tidak ada tindakan-tindakan yang melempari petugas dan pemaksaan kehendak, pasti dapat dihindari gesekan-gesekan tersebut," ujar Djoko dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (27/3/2012).
Kata Djoko, aparat kepolisian akan tetap persuasif sejauh massa pendemo melakukan aksinya dengan damai dan tidak melakukan tindakan kekerasan.
Seperti diketahui, bentrokan mahasiswa dengan polisi terjadi dikawasan Gambir, Jakarta Pusat. Sejumlah mahasiswa tampak melempari aparat kepolisian dengan batu dan kayu. Bahkan, beberapa mahasiswa sempat melemparkan bom molotov hingga mengeluarkan ledakan.
Melihat aksi brutal mahasiswa, para polisi pun membalas dengan menembakkan gas air mata dan petasan air mancur. Selain terlibat bentrok, para demonstran juga kedapatan merusak sejumlah sepeda motor milik pengendara yang melintas. Bahkan, satu unit mobil Toyota Avanza silver dengan nomor polisi L 1653 PO turut dirusak massa.
Atas peristiwa tersebut, 15 orang pengunjuk rasa ditahan dan dua aparat kepolisian mengalami luka. Beredar kabar delapan mahasiswa menderita luka tembak peluru karet dan saat ini tengah menjalani perawatan.
(Muhammad Saifullah )