PARIS - Kepolisian elit Prancis menangkap 20 orang warga Muslim Prancis pagi hari tadi. Mereka dituduh terkait dengan kelompok militan yang beroperasi di beberapa kota di Negeri Mode itu.
Penangkapan itu terjadi di beberapa kota seperti Toulouse, Nantes, Paris, serta wilayah tenggara Prancis. Operasi ini dilakukan pasukan komando polisi (RAID) dan pasukan anti-teror Prancis.
Pemerintah Prancis membantah laporan bahwa operasi ini ada kaitannya dengan pelaku penembakan sekolah Yahudi di Toulouse pekan lalu, yang dilakukan oleh Mohamed Merah.
Polisi mengatakan, beberapa orang mereka tangkap hari ini diduga memiliki kaitan dengan kelompok radikal bernama Forsane Alizza. Kelompok itu dinyatakan terlarang oleh pihak Pemerintah Prancis.
"Beberapa senjata dan rompi antipeluru ditemukan dalam operasi hari ini," ucap seorang pejabat kepolisian seperti dikutip Reuters, Jumat (30/3/2012).
Prancis memang terus meningkatkan keamanan mereka, terlebih setelah terjadinya serangan dari Mohamed Merah. Meski Merah tewas di tangan pihak kepolisian, dirinya mengejutkan Prancis dengan melakukan penembakan yang menewaskan tiga prajurit, tiga siswa sekolah, dan seorang rabi Yahudi.
Penembakan itu dilakukannya dalam tiga serangan berbeda di Toulouse dan beberapa wilayah lain yang jaraknya tidak jauh dari kota tersebut. Selain Merah, kepolisian juga menangkap kakaknya Abdelkader yang dituduh membantu aksi Merah.
Polisi menemukan bahwa Merah memiliki kaitan dengan jaringan terorisme Al Qaeda. pernah bepergian ke Pakistan, di wilayah yang diketahui sebagai basis pertahanan Taliban dan Al Qaeda.
(Fajar Nugraha)