MAKASSAR - Situasi Pasar Senggol di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sudah kondusif pascapenyerangan dan penjarahan dini hari tadi.
Berdasarkan pantauan siang ini, suasana di lokasi penyerangan tampak lengang. Sebagian pedagang sudah berjualan seperti biasa, namun yang lainnya memilih tutup sementara.
Kapolsekta Mamajang Kompol Muhammad Darwis, Senin (2/4/2012), mengatakan penyerangan diduga merupakan buntut dari penikaman yang terjadi pada Sabtu malam pekan lalu.
Saat itu dua warga yang berkerja sebagai juru parkir di Pasar Senggol ditikam oleh warga Jalan Baji Ati, Makassar.
Darwis menepis penggunaaan bom Molotov dalam penyerangan itu. Menurut dia, api yang membakar lapak pedagang berasal dari lampu teplok yang jatuh dan pecah terkena lemparan batu.
Polisi masih mengejar tiga pelaku yang diduga menjadi pemicu tawuran tersebut.
Seperti diketahui, sekira 20 pemuda menyerang pedagang di Pasar Senggol, Jalan Cendrawasih, dini hari tadi. Selain merusak kios, para pemuda juga merusak kios menggunakan panah dan batu. Barang-barang dagangan juga dijarah.
Beruntung api tidak menyebar karena hanya mengenai dua kios. Meski sempat membesar, namun bisa segera dipadamkan.
Penyerangan berakhir setelah polisi dan TNI AD tiba di TKP.
(Dian AF)