JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) tidak mengundang Menteri Sosial asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al Jufri dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin pagi.
Padahal rapat tersebut membahas terkait penanganan gempa di Aceh yang terjadi beberapa hari lalu.
Pengamat komunikasi politik Universitas Padjajaran Dedy Mulyana menilai, seharusnya sebagai presiden, idealnya SBY tegas.
“Bila memang harus didepak, yah cepat tidak perlu menunggu lama atau digantung seperti ini. Putuskan biar cepat selesai,” kata Dedy Mulyana saat dihubungi Okezone, Senin (16/4/2012).
Namun, sepertinya SBY memainkan politik menunggu. Karena apa, bila PKS dikeluarkan paksa, secara politik berbuah investasi 2014, pencitraan untuk partai berbasis Islam itu.
“Jadi memang keduanya sama-sama menunggu. Kalau PKS didepak, ada kesan PKS dizalami, ini penting untuk menarik simpati masyarakat,” tuturnya.
Meski begitu, sebagai presiden yang dipilih secara langsung, seharusnya SBY berani mengambil risiko. Jangan seperti sinetron, masyarakat dibuat penasaran. “Walaupun sebenarnya masyarakat sudah cuek, tidak terlalu peduli,” tuturnya.
(Amril Amarullah)