SOLO - Ribuan masyarakat Solo, Jawa Tengah, memadati kawasan Car Free Day untuk melihat prosesi rangkaian “Solo Menari 24 Jam” yang resmi dimulai sejak pukul 06.00 hingga keesokan harinya pada jam yang sama.
Sebanyak 2.500 penari yang datang tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri melenggak-lenggok di enam titik lokasi yang disiapkan di Solo, Jawa Tengah. Lokasi-lokasi tersebut, yakni Lodji Gandrung, SGM, Sriwedari dan Solo Square, sedangkan di ISI Surakarta, acara akan digelar di 9 titik.
Tercatat beberapa penari Indonesia yang sudah memiliki nama, di antaranya Hibur Komarudin, penari tradisional dari Jakarta, bulan Risna Jelantik dari bali, Wahyu SP dan Sentot. Hanya Garin Nugroho yang batal pentas di “Solo Menari 24 Jam” ini.
Tema yang diangkat dalam World Dance Day ini, berdasarkan tema yang ditentukan dari UNESCO yaitu “Meretas Batas dalam Nuansa Warna”. Dalam setiap sesi, dibagi dalam lima peserta yang akan menari 24 jam.
Ketua Panitia, Sri Rohana Widyastuti Ningrum menjelaskan, perayaan hari tari ke-6 akan dihelat serempat di lokasi yang sudah disiapkan.
"Ada 104 kelompok kesenian dari berbagai wilayah di Tanah Air, bukan cuma dari Solo, " jelasnya kepada Wartawan, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (29/4/2012).
Acara yang bertema Meretas Batas dalam Nuansa Warna dibuka oleh Wakil Walikota, Surakarta, Fx Hady Rudyatmo, Pangdam dan Kapolda Jawa Tengah di Lodji Gandrung pada pukul 08.00.
Setelah dibuka, penari Eko Supriyanto juga ambil bagian. Penari latar dari penyanyi Madonna tersebut mempersembahkan tari Becak.
"Tari becak melibatkan 30 penari dengan menggunakan 30 becak. Tari becak sekaligus melaunching becak wayang dari Solo, " kata penari yang pernah terlibat dalam film Generasi Biru ini.
Sementara itu, di ISI, terdapat lima penari handal yang akan menari selama 24 jam. Di antaranya dua dari ISI Surakarta, dua dari ISI Yogja dan 1 penari tamu dari Singapura.
(Amril Amarullah)