Penerimaan dari sektor tambang terus digenjot

, Jurnalis
Senin 18 Juni 2012 09:19 WIB
ilustrasi Foto: Corbis
Share :

Sindonews.com – Pemerintah optimistis tahun ini jumlah izin usaha pertambangan (IUP) yang mendapat status clean and clear makin bertambah. Dengan demikian, penerimaan negara dari sektor pertambangan pun diharapkan dapat lebih dioptimalkan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Thamrin Sihite mengatakan, semakin banyak perusahaan tambang mendapatkan status clean and clear, semakin tinggi pula penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ini.Target PNBP dari sektor pertambangan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 sebesar Rp28,9 triliun diyakini dapat dicapai.

”Kami berharap semuanya dapat segera mendapatkan status clean and clear.Perusahaan itu kan juga punya kepentingan. Jika dia mau tetap produksi, mereka harus selesaikan dulu masalah tumpang tindih lahan,” kata dia di Jakarta akhir pekan lalu. Data dari Kementerian ESDM menunjukkan, jumlah IUP saat ini mencapai 10.235. Dari total IUP itu, hanya 4.386 izin yang dinyatakan clean and clear oleh pemerintah.

Sedangkan jumlah perusahaan tambang yang izinnya sudah dinyatakan clear and clean pada akhir tahun lalu baru mencapai 1.000.Peningkatan yang cukup signifikan itulah yang membuatnya optimistis PNBP bisa memenuhi target. Saat ini harga sejumlah komoditas mineral dan batu bara tercatat mengalami penurunan. Rata-rata harga kontrak batu bara misalnya sejak awal Januari hingga 13 Juni di ICE Newcastle Futures sebesar USD105,62 per ton atau turun 15,4 persen dari harga rata-rata periode yang sama tahun lalu USD124,93 per ton.

Namun, meski harga komoditas tambang di pasar internasional mengalami penurunan,Thamrin tetap yakin penambahan IUP akan mendukung pencapaian target PNBP. Sementara itu, pengamat pertambangan Bob Kamandanu memperkirakan penurunan tersebut terjadi karena meningkatnya pasokan yang masuk ke pasar Asia. Bob yang juga menjabat ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) juga menambahkan, Indonesia sebagai eksportir batu bara terbesar harus dapat mengendalikan harga dengan meredam produksinya.


(Andina Meryani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya