SOLO- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Rustriningsih, menjelaskan, penderita HIV/AIDS terbesar kedua di Jateng berasal dari kalangan ibu rumah tangga.
“Berdasarkan data terakhir 31 Maret 2012, ibu rumah tangga yang mengidap penyakit HIV/AIDS tercatat 394 orang, atau 18,3 persen dari total penderita HIV/AIDS di Jawa Tengah. Sehingga menempati rangking dua terbanyak di Jawa Tengah,” ungkap Rustriningsih.
Ini dikatakan Rustriningsih di depan peserta Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) se Jawa Tengah, di Balaikota Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/6/2012).
Sedangkan yang menempati peringkat pertama yakni wiraswasta, yakni sebanyak 439 orang atau 20,39 persen. Sedang dari kalangan karyawan ada 223 orang atau 10,36 persen. Untuk pekerja seks tercatat ada 189 orang atau 8,78 persen.
“Jumlah seluruh penderita HIV/AIDS hingga 31 Maret 2012 di Jawa Tengah, tercatat ada 4.992 orang. Terdiri dari 2.769 orang untuk HIV dan 2.153 orang untuk AIDS, sedang yang meninggal ada 603 orang,” ungkap mantan Bupati Kebumen itu.
Tingginya penderita HIV/AIDS untuk Ibu Rumah Tangga karena ketimpangan gender, sehingga wanita tiak bisa mengontrol perilaku seksual suami.
Berdasarkan data, kata Rustriningsih, penularan HIV/AIDS disumbangkan oleh laki-laki yang melakukan hubungan seks berisiko (selingkuh) mencapai 51,3 persen. “Itulah salah satu penyebab mengapa penderita HIV/AIDS untuk kalangan ibu-ibu rumah tangga terbilang tinggi,” jelasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)