KIEV - Pernah menonton film Death Match? Film tersebut mengisahkan pertandingan sepakbola yang berujung hukuman mati terhadap empat pemain FC Start, klub sepakbola di Kiev, yang beranggotakan mantan pemain Dynamo Kiev dan Lokomotiv Kiev. Peristiwa legendaris itu terjadi pada masa pendudukan Nazi di Ukraina pada 1942.
Konon menurut cerita yang berkembang, kematian empat pemain itu terkait dengan sebuah pertandingan sepakbola tidak resmi antara pekerja pabrik roti dan tentara Nazi pada masa itu. Para pekerja pabrik roti yang diperkuat oleh sejumlah mantan pemain Dynamo Kiev dan Lokomotiv Kiev menang 5-3 dalam pertandingan itu. Padahal sebelumnya, petinggi Nazi sudah mengancam agar mereka tidak menang jika tidak ingin membayar dengan nyawa. Rilis Soviet menulis, Nazi punya tujuan menjadikan pertandingan itu sebagai alat propaganda untuk menunjukan keunggulan ras Arya.
Setelah pertandingan itu, 10 orang pemain dikirim ke kamp konsentrasi di Jerman. Enam orang berhasil kabur, dan empat lainnya dihukum mati. Tapi kisah itu hanya salah satu versi yang ada, karena ada juga yang menyebutkan pemain yang diciduk dan dihukum mati hanya tiga orang. Lalu, tim investigasi pernah dibentuk Kota Hamburg untuk mencari tahu kebenaran kasus ini. Kesimpulannya, tidak ada bukti bahwa kematian para pemain itu terkait dengan kemenangan FC Start atas kesebelasan Jerman.
FC Start dibentuk oleh mantan kiper Dynamo Kiev, Mykola Trusevych, setelah bebas dari kamp konsentrasi Darnitsa. Saat pendudukan Nazi, banyak pemuda yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam kamp tersebut, termasuk para pemain Dynamo Kiev.
Trusevych yang mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai pabrik roti di Kiev, mengajak sejumlah pemain untuk membentuk klub amatir. Inisiatif ini didukung oleh pemilik pabrik yang ternyata fans berat Dynamo Kiev. Setelah bergerilya kesana-kemari, sejumlah pemain pun berhasil direkrut. Tim tersebut dihuni delapan mantan pemain Dynamo Kiev, dan tiga mantan pemain Lokomotiv Kiev.
Mereka kerap menggelar laga dan menjadi tim yang disegani di Kiev. Sampai akhirnya Nazi tertantang untuk menantang FC Start. Pertandingan yang kemudian dikenal sebagai “Death Match” itu sebenarnya merupakan ulangan dari pertandingan tiga hari sebelumnya. Kesebelasan Nazi menginginkan rematch karena di pertandingan pertama pada 6 Agustus mereka kalah. Di pertandingan kedua, FC Start kembali menang dengan skor 5-3.
Sebelum para pemain diciduk, FC Start sempat menggelar satu laga melawan kesebelasan di liga lokal, FC Rukh. Setelah itu para pemain diangkut SS Nazi karena dituduh sebagai anggota polisi bawah tanah Uni Soviet. Mykola Korotkykh tewas terakibat penyiksaan, sementara tiga lainnya dikirim ke Syrets Labour Camp dan dieksekusi pada Februari 1943.
Setelah Uni Soviet runtuh, fakta lain diungkapkan keluarga pemain bahwa para pemain ditahan beberapa bulan setelah pertandingan itu.Mereka yang diinterogasi dan dikirim ke Syerts Labour Camp karena tidak terbukti sebagai polisi rahasia Uni Soviet.9 orang ditahan dibagi dalam tiga grup. Grup pertama ditembak mati. Mereka semua ialah mantan pemain Dynamo Kiev, Trusevych, Klymenko, Korotkitch and Kuz’menko.
FC Start kini hanya tinggal sejarah. Stadion tempat laga itu digelar masih ada. Untuk mengenang pertandingan itu Stadion Zenith diubah namanya pada 1981 oleh pemerintah Uni Soviet menjadi FC Start Stadion. Ada anggapan Soviet mendramatisir peristiwa itu. Selain itu, di depan Stadion Valerijj Lobanovski, markas Dynamo Kiev berdiri monumen yang bergambar empat pemain yang mati untuk mengenangnya.
Toh, cerita Death Match memang menarik. Sejumlah film dibuat mengambil inspirasi dari peristiwa itu. Salah satunya ialah Ecape to Victory yang diperankan Sylvester Stalone dan Pele. Hanya film garapan Rusia, Match, menuai kritik dari sebagian orang Ukraina karena isinya seolah-olah warga Ukraina mendukung Nazi.
(Hendra Mujiraharja)