BANDUNG - Jumlah pemudik Lebaran 2012/Idul Fitri 1413 H di Jawa Barat yang menggunakan jasa angkutan darat, air, dan udara, diprediksi naik 2,5 persen dibanding Lebaran tahun lalu.
Kepala Dinas Pehubungan Jawa Barat, Dicky Saromi, menyebutkan, kenaikan terjadi untuk seluruh jenis angkutan darat, air, dan udara.
Dicky menyebutkan, total penumpang pada 2012 diprediksi mencapai 1.617.121 orang. Sementara pada 2011 jumlahnya 1.576.573 penumpang.
“Untuk penumpang, prediksi kami angkutan jalan tidak jauh dari 2011 hanya meningkat 0,9 persen dari 1.297.994 penumpang pada 2011 diprediksi menjadi 1.309.676 pada 2012,” sebut Dicky.
Ditambahkannya, prediksi kenaikan penumpang KA tidak terlalu besar, yakni sekira 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Dishub mencatat, pada 2011 jumlah penumpang KA di Daop 2 dan 3 wilayah Jawa Barat mencapai 221.037 orang. Jumlah tersebut diprediksi meningkat menjadi 224.352 pada tahun ini.
Penumpang KA diperkirakan akan melonjak. “Tapi, dari Daop 2 dan 3 turun kembali dari angka penumpang yang terjadi di 2011. Alasannya, pertama, mereka hanya mengoperasikan kelas ekonomi PSO yang mendapat subsidi. Kedua, PT KA juga tidak memperkenankan ada tiket berdiri (pembatasan penumpang KA 100 persen),” terangnya.
Kenaikan mencolok, kata Dicky, justru terjadi pada angkutan udara. Pada 2011 penumpang pesawat mencapai 25.812, jumlahnya diprediksi melonjak 92,8 persen pada 2012, yakni mencapai 49.776 penumpang.
Faktor yang membuat jumlah penumpang pesawat udara meningkat karena bertambahnya jumlah penerbangan di Jawa Barat, khususnya di Bandung.
Ada rute penerbangan yang baru dan bertambah, misalnya rute luar negeri seperti Bandung ke Timur Tengah, dan rute baru domestik Bandung-Pekanbaru, Bandung-Tanjung Karang-Palembang, serta Bandung-Semarang.
“Ada beberapa maskapai penerbangan baru seperti Lion, Garuda, Royal (yang membuka/menambah rute baru),” ujarnya.
Sedangkan dari jalur angkutan air atau sungai, pada 2011 tercatat sebanyak 31.730 penumpang dan tahun ini diprediksi naik menjadi 33.317 penumpang.
Mengenai rencana kenaikan tarif pada 2012, pihaknya masih memegang tarif lama. “Untuk sementara kita masih pegang yang lama. Kami masih gunakan SK gubernur yang lama. (Kenaikan) masih dirundingkan pemerintah pusat,” terangnya.
(Anton Suhartono)