BANDUNG BARAT - Butiran logam yang diduga emas di Kampung Ciganda, RT 03/03, Desa Rendeh, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, bukan logam emas.
Hal tersebut ditegaskan Kabid Energi dan Pertambangan Dinas Bina Marga dan Pengairan KBB, Purwanto. “Itu bukan logam emas. Memang secara kasat mata kelihatan seperti emas, tapi logam itu adalah besi sulfida (FeS),” jelas Purwanto.
Temuan FeS di Kampung Ciganda menunjukkan kawasan tersebut mengandung kandungan logam yang cukup banyak. Karenanya, dia menyarankan kepada pemilik lahan memindahkan penggalian sumur. Pasalnya, air di sana mengandung kadar zat besi tinggi sehingga bisa membahayakan jika diminum.
Dikatakannya, logam FeS memiliki koefisien lebih keras dibanding kaca. Maka, ketika digoreskan bisa membuat kaca terbelah. Logam seperti ini banyak ditemukan di pertambang emas dan biasanya dibuang karena bisa merusak logam emas saat dilakukan pengolahan.
“Logam seperti ini banyak dijual sebagai bahan dasar pemecah kaca. Tapi untuk lebih memastikan lagi, kami akan melakukan uji laboratorium yang hasilnya bisa diketahui dua atau tiga hari lagi,” sambungnya.
Seperti diketahui, warga dihebohkan penemuan benda diduga butiran emas dan intan. Butiran itu ditemukan oleh warga yang sedang menggali sumur di lahan perkebunan milik Kokom Komariah (67).
Wwalnya, Kokom akan membangun rumah di lahan kebun miliknya seluas sekira 600 meter persegi. Untuk itu, dia memerlukan sumur. Saat sumur digali sedalam sembilan meter, pekerja menemukan butiran berwarna kuning menyerupai emas.
(Anton Suhartono)