JAKARTA- Hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei sebelum pencoblosan Gubernur DKI Jakarta, ternyata meleset. Hasil hitung cepat pemilukada DKI Jakarta ternyata berbanding terbalik dengan hasil survei itu.
Seperti diketahui, hasil survei sebelum hari pencoblosan, menunjukkan pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli selalu berada di posisi pertama. Namun setelah dilakukan perhitungan cepat di hari pencoblosan, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama mampu unggul.
Terkait hal tersebut, tim sukses Joko Widodo-Basuki Tjahaja. Purnama, Muhammad Taufik menyindir lembaga-lembaga survei tersebut. Menurutnya, apapun hasil survei ternyata lebih ampuh kuasa Tuhan.
"Tiba-tiba Tuhan berkehendak lain, kalau bicara soal strategi kampanye, kami tidak memiliki strategi yang khusus," ungkapnya di Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Kata dia, Tuhan membenci orang yang sombong. "Ada orang yang mengklaim tentang kesuksesan yang diraih karena usahanya sendiri merupakan jumawa, dan Tuhan benci dengan orang yang jumawa," sambungnya.
Lebih lanjut Taufik menyatakan hasil perhitungan cepat yang berbanding terbalik dengan survei adalah pukulan bagi lembaga survei. "Sesuatu yang sudah diprediksi justru tidak sesuai dengan kenyataannya, ini pukulan untuk semua pihak, jangan sombong dengan bidang keilmuan," pungkasnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)