Share

Anis Matta: Hanya PKS & PPP yang All Out Dukung Foke

Tegar Arief Fadly, Okezone · Senin 24 September 2012 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 24 505 694157 nHZC8gBi8e.jpg Foke-Nara (foto: Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Mata, mengakui salah satu faktor kekalahan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dalam Pemilukada DKI karena kurang maksimalnya kinerja mesin partai pendukung.

"Bagi PKS Alhmadulilah berjalan efektif. Saya kira PPP juga efektif, cuma ada beberapa partai yang tidak efektif," kata Anis kepada wartawan di DPR, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Menurut Anis, meski hanya masih berdasar pada penghitungan cepat, hendakya proses Pemilukada DKI ini dapat dijadikan sebagai sebuah pembuktian mana partai yang loyal dan tidak loyal dalam koalisi. Namun, dia menegaskan bahwa hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan Setgab Koalisi.

"Saya kira eggak ada korelasinya dengan setgab. Kalau menurut kami ini justru ujian bagi soliditas parpol apakah perintah pimpinan diikuti oleh pendukungnya atau tidak sama sekali. Ini kan membuktikan partai mana yang loyal," paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Anis juga menilai wajar jika terjadi perpecahan suara dalam internal sebuah partai politik. Hal ini diungkapkan Anis menanggapi prediksi dari banyak kalangan yang menganggap suara PKS dalam mendukung pasangan incumbent terpecah.

"Peralihan terjadi di semua parpol. Kita bicara pada prosentasi yang normal karena itu masalah segmen," tutup Anis.

Seperti diketahui, Foke-Nara kalah suara dari penantangnya, pasangan Jokowi-Ahok dalam dua putaran pemungutuan suara. Pasangan yang diusung PDIP dan Partai Gerindra ini "menggilas" suara Foke-Nara pada putaran pertama lalu dengan selisih hampir 10 persen.

Kerena suara yang didapat Jokowi-Ahok tak memenuhi syarat undang-undang yakni pemenang Pemilukada harus mencapai suara sebanyak 50+1 persen maka pemungutan suara dilanjutkan pada putaran dua.

Untuk melawan kekuatan Jokowi-Ahok, Foke-Nara yang sejak awal diusung Partai Demokrat, Hanura, PKB dan PAN menggandeng Partai Golkar, PKS dan PPP. Rupanya, dukungan tujuh partai juga tak mampu mengalahkan Jokowi-Ahok.

Hitung cepat berbagai lembaga survei menyebutkan Jokowi-Ahok mendapat rata-rata 53 persen suara. Sementara Foke-Nara mendapat rata-rata 47 persen suara. (trk)

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini