Bekas Wilayah Georgia Akan Jadi Milik Rusia?

Aulia Akbar, Jurnalis
Rabu 08 Agustus 2012 21:09 WIB
Foto : Presiden Ossetia Selatan Leonid Tibilov (RIA Novosti)
Share :

TSKHINVALI - Ossetia Selatan yang tak lain adalah bekas wilayah Georgia, berniat untuk menggabungkan diri ke dalam Federasi Rusia. Klaim itu diutarakan oleh Presiden Ossetia Selatan Leonid Tibilov.

Setelah mengalami peperangan dengan Georgia pada 2008 lalu, Ossetia Selatan mendeklarasikan kemerdekaannya. Meski demikian, tidak banyak negara-negara yang sepakat untuk mengakui kemerdekaan Ossetia Selatan. Hanya Rusia, Nicaragua Venezuela, Nauru, dan Tuvalu-lah yang mengakui kedaulatan Ossetia Selatan.

Tibilov mengatakan, setelah perang berlangsung, etnis Ossetia Selatan dan Georgia hidup damai di negara tersebut, namun hubungan Pemerintah Georgia dan Ossetia Selatan tidak kunjung membaik.

"Georgia harus menandatangani perjanjian dalam rangka menghindari penggunaan kekerasan terhadap Ossetia Selatan dan Abkhazia," ujar Tibilov, seperti dikutip RBC, Rabu (8/8/2012).

Sejauh ini, tambah Tibilov, negaranya sangat bergantung dengan Rusia dalam hal perekonomian. Rusia juga menjadi pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh Ossetia Selatan, namun Rusia dan Ossetia Selatan tidak memiliki jalur kereta api. Ossetia Selatan pun masih bergantung dengan Rusia dalam hal keamanan.

Ossetia Selatan sendiri juga menggunakan dua bahasa yakni bahasa Ossetia dan Rusia. Mayoritas warga yang tinggal di Ossetia Selatan memiliki paspor Rusia. Tibilov menegaskan kembali, Ossetia dan Uni Soviet sebelum akhirnya terpecah.

Perang Georgia dan Ossetia Selatan yang terjadi pada 2008 silam turut melibatkan Negeri Beruang Merah. Di saat Ossetia Selatan mendeklarasikan kemerdekaannya, Georgia langsung menginvasi wilayah itu. Namun sesampainya di Ossetia Selatan, Georgia justru menghadapi pasukan Rusia.

Rusia yang melindungi Ossetia Selatan langsung memundur pasukan Georgia dan masuk ke wilayahnya. Intervensi yang dilakukan Rusia terhadap perang tersebut didasarkan karena banyaknya warga Rusia yang tinggal di Ossetia Selatan.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya