Image

Mumi Anjing Berusia 20 Tahun yang Ditemukan di dalam Batang Pohon Dimuseumkan

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 01:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 13 18 1844542 mumi-anjing-berusia-20-tahun-yang-ditemukan-di-dalam-batang-pohon-dimuseumkan-SIyswByLZA.jpg Mumi anjing di Georgia. (Foto: Viral For Real)

TBILISI - Pada 1980, seorang penebang pohon di Georgia menemukan hal mengejutkan ketika bekerja. Penebang pohon yang tak disebutkan namanya itu diketahui menemukan bangkai anjing yang mati sekira 20 tahun lalu di dalam batang pohon yang berlubang.

Anjing tersebut diduga kuat mati pada sekira tahun 1960-an. Hewan yang dikenal sebagai sahabat manusia itu nampaknya mati karena menabrak pohon dan kemudian terjebak tak bisa keluar. Selama dua dekade, anjing itu tetap pada posisi yang sama hingga berubah menjadi mumi.

BACA JUGA: Arkeolog Mesir Temukan Makam Kuno Berisi Mumi di Luxor

Kini setelah sekian lama berlalu pasca-penemuan mumi anjing, masyarakat akhirnya menyadari bahwa hal tersebut merupakan kejadian langka dan bangkai anjing secara mengejutkan tetap utuh. Warga kemudian memutuskan untuk menyumbangkan sisa batang pohon beserta mumi anjing ke museum di Waycross, Georgia.

Mumi anjing berusia 20 tahun. (Foto: Viral For Real)

Sebagaimana dilansir dari Viral For Real, Minggu (14/1/2018), organisasi pecinta hutan, Southern Forest World bahkan mengadakan perlombaan atau kontes untuk memberi nama anjing tersebut. Dengan cepat, nama untuk koleksi baru museum itu pun didapatkan.

BACA JUGA: Arkeolog Temukan Banyak Mumi di Makam Berusia 3.500 Tahun

Mumi anjing itu diketahui secara resmi dinamai "Stuckie." Pada kotak kaca tempat Stuckie disimpan dilengkapi dengan keterangan tentang proses atau bagaimana si anjing malang itu berubah jadi mumi.

"Efek cerobong asap terjadi di pohon berongga. Dan ini menghasilkan draft udara ke atas lalu menyebabkan aroma hewan yang mati terbawa pergi dan tidak menarik serangga dan organisme lain untuk memakan bangkainya. ohon berongga itu juga menyediakan kondisi yang relatif kering, dan asam tannic dari pohon ek membantu mengeraskan kulit binatang itu," tulis keterangan tersebut.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini