YOGYAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) Denny Indrayana mengaku bangsa Indonesia menjadi pemimpin dalam pemberantasan korupsi didunia.
"Para delegasi negara sahabat, selamat datang di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, salah satu kota yang penuh dengan sejarah dan kekayaan budaya, serta yang paling penting, tempat lahirnya semangat dan banyaknya pejuang antikorupsi di Indonesia," kata Denny, saat membuka workshop 'Internasional Cooperation & Mutual Legal Assistance' yang dihelat Komisi Pemberantasan Korupsi di Yogyakarta, Senin (10/9/2012).
"Tidak kita ragukan lagi, korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, kejahatan kemanusiaan. Sehebat apapun peradapan kemanusian, ia dapat luluh lantah oleh perilaku korupsi yang memang sangat destruktif," jelasnya.
Menurutnya Indonesia memiliki beberapa cerita sukses untuk mengembalikan beberapa buron kasus korupsi yang telah lari ke luar negeri. Padahal, negara yang dipilih sang buron kasus koruptor adalah negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi ataupun pejanjian MLA dengan Indonesia.
"Pendekatan non formal ternyata juga mampu menangkap koruptor dengan cepat dikembalikan ke Indonesia," tuturnya.
"Sebelum kembali ke negara masing-masing, saya menyarankan agar seluruh delegasi, utamanya yang berasal dari negara sahabat untuk dapat menjelajahi tempat-tempat wisata menarik di Yogyakarta dan sekitarnya. Enjoy the workshop, enjoy Yogyakarta. Keep on fighting for a better world. The world with a better cooperation to combat corruptian ! I thank you," pungkas Denny.
Acara yang diikuti oleh negara-negara Asia Tenggara, mulai dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singgapura, Kampoja, Filipina, Thailand, Vietnam, hingga Laos itu dibuka oleh Ketua KPK, Abraham Samad. (ctr).
(Ahmad Dani)