JAKARTA - Ketua KPK, Abraham Samad, tampaknya tak terima jika lembaga yang dipimpinnya disebut tak becus dalam menangani kasus bailout Bank Century. Menurutnya, anggapan tersebut sangat tidak adil dan menyudutkan.
Pasalnya, pria kelahiran Makassar ini mengaku jika penyidik sudah bekerja keras dalam hal pemberantasan korupsi. "80 persen masyarakat menginginkan Kasus Century diselesaikan, ini tidak adil jika dilihat dari apa yang sudah dituntaskan," kata Abraham, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panwas Century, di Gedung DPR, Rabu (19/9/2012).
Menurutnya berlarutnya proses hukum kasus Century, jangan dijadikan indikator keberhasilan KPK dalam pemberantasan kasus korupsi. Kata dia, KPK bekerja berdasarkan skala prioritas.
Kata dia, kasus korupsi dalam jumlah besar dan pelaku yang diduga korupsi adalah penegak hukum akan menjadi perhatian lebih KPK. "Jangan hanya jumlah kerugiannya saja, tapi juga lihat siapa yang berbuat," tuturnya.
Korupsi yang melibatkan penegak hukum jadi prioritas, alasannya karena, Abraham ragu jika KPK tidak bergerak tidak akan ada lembaga penegak hukum yang berani memproses.
"Misalnya suap hakim, polisi dan jaksa tidak mungkin menangkap hakim, hanya KPK lah yang berani," imbuhnya.
(Tri Kurniawan)