Kesejahteraan Negara Anggota ASEAN Belum Seimbang

Aulia Akbar, Jurnalis
Senin 29 Oktober 2012 10:44 WIB
Foto: dok. ASEAN
Share :

JAKARTA - Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan menilai, jurang kesenjangan perekonomian antar negara-negara ASEAN masih sangat lebar. Hal itupun menjadi masalah utama bagi ASEAN yang akan melakukan integrasi pada 2015 mendatang.

"Waktu terus berjalan dan kita hanya punya dua tahun lagi, namun kesenjangan ekonomi antar negara-negara ASEAN masih cukup besar.
Komunitas ASEAN sama saja didirikan di atas pondasi yang rapuh dan bila kita tidak mengatasi kesenjangan itu, masalah lain akan semakin bermunculan," ujar Surin dalam Inisiative for Asean Integration (IAI) Development Cooperation Forum, Sekretariat Jendral ASEAN, Jakarta, Senin (29/10/2012).

Menurut Surin, kesenjangan ekonomi antar negara-negara anggota ASEAN akan meningkatkan eskalasi ketegangan hubungan dan memicu perseteruan. Oleh karena itulah kesenjangan harus segera di atasi sebelum seluruh negara-negara Asia Tenggara mengintegrasikan dirinya dalam sebuah komunitas.

Sejumlah negara ASEAN yang selama ini yang perekonomiannya kurang maju adalah Kamboja, Myanmar, Laos dan Vietnam (CLMV). Meski demikian, Vietnam mulai menunjukkan perkembangan ekonomi dengan baik. IAI pun akan menjadi sarana untuk menjembatani jurang kesenjangan ekonomi dari negara-negara ASEAN itu.

Proyek-proyek dari IAI juga harus disesuaikan dengan yang dibutuhkan oleh CLMV agar keempat negara itu terus bekerja keras untuk membangun perekonomiannya. Salah satu hal yang kiranya dapat dilakukan oleh negara ASEAN dalam mengundang investasi adalah, menerapkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Dengan hal itu, para investor takkan khawatir akan adanya pencurian hak intelektualnya bila mereka berinvestasi di negara ASEAN.

Surin mengingatkan kembali bahwa, ASEAN harus dibangun lewat pondasi yang solid dan kuat. Pondasi itu tentunya hanya bisa dibangun bila seluruh negara anggotanya memiliki perekonomian yang stabil dan baik.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya