NEW YORK - Badai Sandy memaksa mengeluarkan status waspada dari sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) New Jersey Oyster Creek. Status ini dikeluarkan oleh operator PLTN tersebut, Exelon Corp.
Peringatan waspada ini adalah peringatan bahaya level kedua dari empat leval yang dikeluarkan oleh Nuclear Regulatory Commission (NRC). Komisi yang mengawasi keamanan reaktor nuklir tersebut, terpaksa mengeluarkan peringat setelah level air di sekitar PLTN itu meningkat hingga 1,9 meter. Demikian diberitakan Reuters, Selasa (30/10/2012).
Menurut pihak NRC, level air setinggi sekira tiga meter dikhawatirkan mampu mempengaruhi sirkulasi pompa air yang berada di PLTN. Tetapi pompa air ini tidak terlalu berbahaya, karena PLTN itu ditutup untuk mengisi bahan bakar hingga 22 Oktober mendatang. Namun, bila level air naik hingga 2,1 meter, justru bisa mempengaruhi pompa air yang digunakan untuk mendinginkan air untuk reaktor nuklir.
Exelon memastikan bahwa tidak ada bahaya ditimbulkan pada peralatan PLTN tersebut. Mereka memastikan tidak ada ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
Insiden di Osyter Creek ini merupakan percobaan besar bagi kesiapan PLTN yang dalam menghadapi ancaman bencana. Mereka tentunya tidak ingin tragedi kebocoran PLTN Fukushima di Jepang terulang kembali.
Meski tingkat kewaspadaan dikeluarkan oleh otoritas setempat, ancaman terhadap PLTN ini diperkirakan akan menurun. Hal ini dipicu menurunnya level air di sekitar wilayah PLTN tersebut.
(Fajar Nugraha)