NEW YORK - Antrean panjang warga yang ingin mengisi bahan bakar di New York, Amerika Serikat (AS), harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus membeli bahan bakar dengan jumlah tertentu. Hal ini disebabkan kondisi usai Badai Sandy, masih mengganggu pasokan bahan bakar.
Polisi terus mengawasi antrean warga yang ingin membeli bahan bakar untuk kendaraannya di New York City dan Long Island. Pihak berwenang mengatur pembelian bahan bakar untuk hari ini hanya boleh dibeli oleh mereka yang plat nomornya diakhiri dengan angka ganjil atau huruf. Sementara untuk Sabtu, hanya pemilik kendaraan dengan plat nomor genap atau nol yang bisa mengisi bahan bakar.
Meski dimaksudkan untuk melakukan pengaturan, beberapa warga tidak berkenan dengan hal tersebut. "Ini buruk. Bagaimana saya bisa menyelesaikan bekerja. Saya harus bangun pagi dan terus mengantre bahan bakar," ujar pengusaha katering Parris Hancock, seperti dikutip Associated Press, Jumat (9/11/2012).
Wali Kota New York Michael Bloomberg mengatakan, sesuatu harus dilakukan untuk mengurangi antrean bahan bakar karena bisa saja menyebabkan kepanikan dan kerusuhan. "Kami ingin mengatur agar semua warga dapat peluang sama, agar antrean tidak terlalu panjang," jelas Bloomberg.
Bloomberg mengatakan, hal ini berhasil dilakukan di New Jersey, dimana antrean pembelian bahan bakar sempat mencapai dua jam. Hingga Gubernur Chris Christie melakukan pengaturan, antrean pun perlahan berkurang.
"Kami harus melakukan sesuatu. Hal ini amat praktis dan lebih baik melakukannya daripada tidak melakukan apapun," tutur Bloomberg.
Menurut Bloomberg gangguan pasokan bahan bakar bisa saja terjadi hingga beberapa pekan terakhir. Tentunya hal ini membuahkan kekhawatiran kepada pelaku bisnis.
(Fajar Nugraha)