WASHINGTON - Bradley Manning, prajurit Amerika Serikat (AS) yang diduga membocorkan informasi-informasi keamanan negaranya akhirnya berbicara. Manning mengatakan, dirinya merasa seperti binatang yang dikurung dan sekarat.
Manning ditangkap di Irak setelah dituduh membocorkan rahasia-rahasia negara ke situs WikiLeaks. Setelah menjalani masa penahanan di penjara militer selama 917 hari, Prajurit Manning pun berbicara.
"Saya ingat, saya sudah akan mati pada saat itu. Saya tersungkur di dalam sebuah kandang. Dan apa yang saya lihat saat itu adalah sebuah kandang binatang," ujar Manning ketika ditanya oleh pengacara, seperti dikutip Belfast Telegraph, Jumat (30/11/2012).
Pria berusia 24 tahun itu mencoba untuk menepis segala tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Manning mengklaim, masa percobaan penahanannya tidak masuk akal. Meski demikian, militer AS justru melontarkan komentar yang berbanding terbalik dengan Manning.
Militer AS menegaskan, Manning dirawat dengan baik di tahanan dan penahanannya di sel isolasi dilakukan karena mereka untuk mencegah Manning melukai dirinya sendiri. Salah seorang psikiater mengatakan bahwa, Manning bisa saja melakukan bunuh diri di tahanan.
Pengadilan Manning dilakukan usai hakim militer memberikan izin kepadanya. Namun Manning masih terancam hukuman selama 16 tahun.
Tindakan Manning cukup dipuji oleh pendiri situs WikiLeaks Julian Assange meski Manning dihadapkan pada 22 dakwaan. Pengacara Manning pun sempat mengatakan, sulit bagi prajurit itu untuk mendapatkan pengadilan yang adil.
Dokumen-dokumen yang dibocorkan Manning ke WikiLeaks cukup membuat Pemerintah AS malu. Diplomat-diplomat AS di seluruh penjuru dunia cukup berang karena informasi-informasi sensitif itu muncul ke publik.
(Aulia Akbar)