Myanmar Larang Siaran Dokumentasi Rohingya

Aulia Akbar, Jurnalis
Jum'at 07 Desember 2012 16:02 WIB
Foto : warga Rohingya (The Hindu)
Share :

YANGON - Pemerintah Myanmar menentang upaya dari stasiun televisi Qatar yang ingin menyiarkan dokumentasi tentang tragedi kekerasan di wilayah Arakan yang menyengsarakan warga Rohingya. Dokumentasi itu rencananya akan disiarkan pada bulan ini.

Kementerian Luar Negeri Myanmar melaporkan bahwa, stasiun televisi Al-Jazeera akan menyiarkan dokumentasi berjudul "Rohingyas" pada 8 hingga 12 Desember di televisi Myanmar dalam versi bahasa Arab. Untuk bahasa Inggris, mereka akan menyiarkannya dari 9 hingga 13 Desember.

Dokumentasi itu juga mengklaim adanya peristiwa genosida terhadap warga etnis Rohingya di wilayah Arakan yang selama ini dibantah oleh Pemerintah Myanmar. Pemerintah Myanmar juga mengeluarkan rilis mengenai isu Rohingya yang berisikan bantahan-bantahan. Demikian diberitakan Xinhua, Jumat (7/12/2012).

Lewat rilis itu, Myanmar menjelaskan bagaimana organisasi-organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), LSM, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diperbolehkan masuk ke Arakan. Myanmar pun memaparkan proses rehabilitasi atas pemukiman-pemukiman Rohingya yang hancur.

Kementerian Luar Negeri Myanmar sekali lagi menegaskan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam kekerasan komunal di wilayah itu. Hal tersebut sudah diutarakan langsung oleh Presiden Myanmar dan para pejabat-pejabatnya saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, dan Konferensi Gerakan Non Blok.

Kekerasan antara etnis Rohingya dan etnis pribumi Arakan terjadi pada Mei, Juni dan Oktober di tahun ini. Kekerasan itu membuat ratusan ribu warga Rohingya kehilangan tempat tinggal. Banyak di antara mereka yang lari dari Myanmar untuk menyelamatkan diri.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya