Al Qaeda Samakan Konflik Mali dengan Perang Salib

Wahyu Dwi Anggoro, Jurnalis
Selasa 12 Februari 2013 20:01 WIB
Pasukan Prancis di Mali (Foto: The Washington Post)
Share :

SANA’A – Kelompok Al Qaeda menyebut konflik Mali sebagai Perang Salib. Kelompok teroris itu pun meminta umat muslim untuk mengorbankan harta dan nyawanya untuk melawan pasukan Prancis di Mali.

Pasukan Prancis melakukan intervensi militer sejak bulan lalu untuk memukul mundur militan Al Qaeda yang menguasai wilayah utara Mali. Al Qaeda diduga berniat menjadikan Mali sebagai basis operasinya.

Pernyataan itu sendiri dikeluarkan oleh kelompok Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) yang memiliki basis di Yaman, sedangkan yang dilawan pasukan Prancis di Mali merupakan militan yang berasal dari kelompok Al Qaeda Wilayah Maghreb (AQIM). Al Qaeda memang terkenal dengan strukturnya terpecah dalam sel-sel yang bergerak secara independen.

“Intervensi militer Prancis di Mali layaknya pendudukan Zionis di Palestina. Umat Muslim berkewajiban untuk mengorbankan harta dan nyawanya dan ikut berjuang melawan pasukan Prancis,” sebut pernyataan yang dikeluarkan AQAP, seperti dikutip Reuters, Selasa (12/2/2013).

AQAP sendiri dianggap Amerika Serikat (AS) sebagai kelompok al-Qaeda yang paling berbahaya. AQAP dibentuk di Yaman pada tahun 2009 lalu dan sejak itu seringkali melakukan serangan teror di wilayah Arab.

AQAP tidak hanya melakukan teror di wilayah Semenanjung Arab, namun juga mencoba untuk menyerang wilayah AS. Pada tahun 2009, aparat berhasil menghentikan rencana AQAP untuk meledakkan sebuah pesawat yang menuju Kota Detroit, Amerika Serikat sedangkan setahun setelahnya AQAP diketahui mencoba menyelundupkan bom ke wilayah AS melalui sebuah pesawat kargo.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya