KENDARI - Ratusan orang membakar mobil dinas milik Puskesmas Poasia di Jalan MT Haryono, Kendari, Sulawesi Tenggara. Pembakaran tersebut menyusul aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di gedung DPRD Sulawesi Tenggara beberapa saat sebelumnya.
Massa awalnya terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan saat berdemo di pelataran pintu masuk Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, namun massa akhirnya memilih membubarkan diri.
Saat berada di lokasi kejadian, massa kemudian membakar satu unit mobil milik Dinas Kesehatan setempat. Beruntung, pengemudi berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak mengalami luka.
Polisi hingga kini masih memburu pelaku pembakaran yang diperkirakan masih bersembunyi di sekitar kampus Universitas Haluoleo.
Sebelumnya, massa berunjuk rasa selama empat jam di depan gedung dewan. Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai kericuhan, karena massa meringsek masuk ke gedung dewan, namun dihalangi petugas.
Dalam aksinya massa meminta agar DPRD Sulawesi Tenggara membatalkan pelantikan pasangan gubernur terpilih, Nur Alam-Saleh Lasata, yang berlangsung hari ini.
Massa mendesak, agar Nur Alam diperiksa atas diterbitkannya Peraturan Gubernur Nomor 8 tahun 2010 tentang sumbangan pihak ketiga (SPK) yang berpotensi korupsi. Peratur
(Risna Nur Rahayu)