Meski Diancam, Kartunis Swedia Tetap Lukis Nabi Muhammad

Fajar Nugraha, Jurnalis
Kamis 21 Februari 2013 11:56 WIB
Lars Vilks (Foto: AFP)
Share :

STOCKHOLM - Seorang kartunis asal Swedia mengaku akan menggambar lukisan baru yang menunjukkan sosok Nabi Muhammad. Kartun tersebut akan dipamerkannya pada tahun ini.

"Penting bagi saya untuk melanjutkan (menggambar kartun Nabi Muhammad) ini. Karena, jika kalian menarik dari hanya karena ancaman maka prinsip demokrasi sudah ditinggalkan," ujar kartunis Lars Vilks, seperti dikutip AFP, Kamis (21/2/2013).

Sebelumnya, Vilks mendapatkan ancaman mati setelah memamerkan lukisan karikatur Nabi Muhammad seperti seekor anjing. Karyanya tersebut dimuat dalam Surat Kabar Nerikes Allehanda pada 2007 silam.

Kini, pameran baru yang direncanakan diadakan di Kota Malmoe, juga menunjukan hinaan terhadap nabi. Kreasi terbaru dari Vilks masih menunjukkan Nabi Muhammad dengan tubuh seekor anjing, dan dipadukan dengan karya lukisan dari pelukis ternama seperti Claude Monet, Peter Paul Rubens dan Anders Zorn.

"Belum bisa diperkirakan apabila pameran Juli nanti bisa memicu protes dan ancaman. Pada saatnya hal (ancaman) ini harus dihentikan," tutur Vilks.

Pihak berwenang Swedia harus bekerja keras menjaga keamanan di Malmoe. Kota terbesar ketiga di Swedia ini, dipenuhi oleh imigran asing dan banyak dari mereka adalah warga yang beragama Islam. Sekira 100 ribu warga diketahui memiliki latar belakang Islam di kota Malmoe.

Ancaman terhadap Vilks patut diperhatikan. 2009 lalu, seorang perempuan Amerika Serikat (AS) mengancam akan membunuh Vilks karena ulahnya yang menggambarkan Nabi Muhammad seperti seekor anjing. Perempuan yang menyebut dirinya "Jihad Jane" itu, kini mendekam di penjara.

Sementara tiga orang lainnya di Swedia juga sempat ditangkap karena sempat berniat untuk membunuh Vilks. Tetapi ketiganya kemudian dibebaskan pada Januari lalu dan didenda karena memiliki senjata.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya