Anwar Bantah Undang Pengikut Kesultanan Sulu

Fajar Nugraha, Jurnalis
Sabtu 23 Februari 2013 14:03 WIB
Anwar Ibrahim (Foto: Reuters)
Share :

SUBANG JAYA - Sekira 150 pengikut Kesultanan Sulu masih menduduki wilayah Lahad Datu, Malaysia. Ada dugaan bahwa pengikut Sultan Jamallul Kiram itu diundang oleh tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim.  
"Siapa yang mengeluarkan tuduhan itu," tanya Anwar, seperti dikutip The Star, Sabtu (23/2/2013).
 
Sebelumnya pada laporan yang dikeluarkan oleh Reuters 14 Februari lalu, seorang perwira tinggi militer Filipina mengatakan, mereka yang kini menduduki Lahad Datu, Sabah, itu diundang ke Sabah oleh seorang politisi oposisi Malaysia.
 
Undangan tersebut dimaksudkan untuk membicarakan isu lahan yang diperdebatkan antara Kesultanan Sulu dengan Pemerintah Malaysia. Memang tidak disebutkan secara jelas nama dari politisi oposisi tersebut. Namun, media di Malaysia mengarahkan tuduhan tersebut kepada Anwar Ibrahim.
 
Dilaporkan sekira 150 pria bersenjata telah menduduki desa Kampung Tanduo, sekira 160 kilometer dari Lahad Datu sejak 9 Februari lalu. Mereka dipimpin oleh Raja Azzimudie Kiram, yang juga dikenal sebagai adik Sultan Jamallul Kiram III.
 
Mereka mendesak agar diakui oleh sebagai Militer Kesultanan Sulu dan meminta agar komunitas warga Suluk di Sabah tidak dideportasi ke wilayah selatan Filipina.
 
Kesultanan Sulu memang sempat menguasai wilayah Sabah. Sabah kemudian disewakan mereka ke Inggris yang kemudian menyerahkan wilayah itu ke Malaysia.
 
Kesultanan Sulu sendiri kini berada dalam kekuasaan Filipina. Sultan Sulu tidak memiliki kekuasaan politik namun masih memiliki pengaruh besar di wilayah Sulu.
 

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya