JAKARTA - Ancaman Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk keluar dari keanggotaan Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pimpinan Partai Demokrat, dinilai hanya gertakan lunak yang sama sekali tidak berdampak apapun.
kecap belaka dan bukan gertakan sambal karena ancaman keluar dari koalisi sudah terlambat dilakukan oleh PKS.
"Ini bukan ide gertak sambal yang menarik, karena ini sudah terlambat. Ini bukan gertakan sambal, enggak pedas. Ini gertakan kecap manis, bisa dijilat sama Demokrat. Lu ngancam keluar, Demokrat akan bilang monggo silakan, enggak ada beban," cetus Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Bony Hargens, di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2013).
Bony menilai PKS sudqh salah langkah dari awal di mana semestinya ketika benih konflik terlihat, seharusnya saat itulah mereka keluar dari koalisi dan masuk pada oposisi. "Tapi PKS terlambat, setelah dihajar kasus daging, PKS baru mengancam keluar dari koalisi. Inikan tampak PKS disorientasi," tuturnya.
Kendati demikian, Bony melihat sejak awal PKS sebetulnya tidak pernah akur dengan dengan Partai Demokrat, seperti dalam pembagian jatah menteri di kabinet dan soal pembagian-pembagian finansial juga di kabinet.
"Cuma hubungan tidak harmonis ini ditutupi sedemikian rupa, supaya tidak muncul ke permukaan karena Demokrat butuh dukungan di parlemen dan PKS butuh jabatan untuk mengumpulkan sumber daya politik menghadapi Pemilu 2014," terang Bony.
(Rizka Diputra)