AS & Inggris Sadap Pertemuan G-20

Wahyu Dwi Anggoro, Jurnalis
Senin 17 Juni 2013 11:12 WIB
Edward Snowden (Foto: Guardian)
Share :

LONDON – Suratkabar Guardian kembali membongkar aksi penyadapan yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Kedua negara itu ternyata juga menyadap para diplomat dalam pertemuan G-20.

Hal itu terungkap dalam dokumen yang diserahkan pembocor program intelijen AS, Edward Snowden. Aksi penyadapan terjadi saat Inggris menjadi tuan rumah pertemuan G-20 pada 2009.

“Para diplomat biasanya menggunakan ponsel pintar. Kami memanfaatkan hal tersebut pada pertemuan G-20 lalu,” tulis sebuah dokumen, seperti dikutip Guardian, Senin (17/6/2013).

Intelijen Inggris dan AS tidak hanya mengawasi ponsel para diplomat. Mereka juga mengarahkan para diplomat untuk menggunakan kafe internet yang telah dipasangi penyadap.

“Kami berhasil mendapatkan akses login para diplomat. Akses ini dapat kita manfaatkan bahkan setelah pertemuan G-20 selesai,” lanjut dokumen itu.

Salah satu yang menjadi incaran intelijen AS dan Inggris adalah Presiden Rusia saat itu Dimitry Medvedev. Sebuah dokumen menyebut intelijen AS berusaha membongkar sandi rahasia yang digunakan Medvedev.

Suratkabar Guardian sebelumnya mengungkap program intelijen AS, Prism, yang mengawasi arus komunikasi di dunia maya. Snowden sendiri terakhir dikabarkan bersembunyi di Hong Kong.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya