MEDAN - Penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi warga miskin belum tepat sasaran. Di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, seorang pria lansia lumpuh tidak terdaftar sebagai penerima dana bantuan itu.
Kehidupan Norman (66), warga Lorong Aman Lingkungan 30 Kelurahan Belawan I, memang cukup memprihatinkan. Dia tinggal di gubuk berdindingkan tepas (anyaman bambu) dan beratapkan rumbia. Luas rumahnya juga sangat kecil hanya 1,5x3 meter.
Di rumah sekecil itu, dia tinggal bersama putranya yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak. Sementara Norman sendiri tidak bisa bekerja lantaran mengalami kelumpuhan. "Sehari-hari hidup sama anak yang berprofesi sebagai penarik becak," ujarnya.
Norman mengaku, tak jarang warga sekitar memberi bantuan kebutuhan sehari-hari. "Tetangga banyak yang bantu," aku Norman.
Sebenarnya Norman pernah menerima bantuan dari pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), namun entah kenapa bantuan kali ini dirinya tidak tercatat dalam daftar penerima.
Norman yang telah ditinggal isterinya 40 tahun lalu karena meninggal dunia itu mengaku pasrah jika namanya tidak masuk BLSM.
Kenyataan serupa juga dialami Rosna warga yang tinggal di kecamatan sama. Nenek 80 tahun yang tinggal sebatang kara di rumah petaknya juga tidak terdaftar sebagai penerima dana bantuan bagi warga miskin itu.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengaku tidak ikut bertanggungjawab atas dugaan tidak tepat sasarannya penyaluran BLSM kepada warga miskin. Kendati begitu, Pemprov Sumut menyatakan siap memfasilitasi masyarakat yang seharusnya berhak menerima BLSM.
“Misalnya ada yang belum mendapatkan BLSM padahal berhak, ada formulir yang harus diisi untuk penggantian. Dan yang mengajukan itu ada di pemerintah jajaran kabupaten/kota. Kalau kita hanya bisa membantu mengisi formulir, dan mekanisme penggantian formulirnya,” terang Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sumut, Sabrina, saat dikonfirmasi kemarin.
(Risna Nur Rahayu)