WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sudah mempertimbangkan untuk melakukan serangan ke Suriah, terkait dugaan penggunaan senjata kimia. Sekira 50 target serangan sudah ditentukan oleh militer AS.
"Daftar target awal termasuk sekira 50 lokasi. Ini termasuk pangkalan udara tempat di mana menempatkan helikopter tempur mereka," ujar pejabat militer AS, seperti dikutip Reuters, Rabu (28/8/2013).
"Selain itu juga ada target serangan berupa pusat kendali dan komando militer Suriah, serta berbagai target militer konvensional lainnya," lanjutnya.
Pejabat militer AS itu menambahkan, sekira dua hingga tiga rudal akan diarahkan ke tiap-tiap target serangan. Target tersebut lebih terbatas dibandingkan ketika AS melakukan serangan di Libya atau Kosovo.
Militer AS difokuskan untuk menyerang target dengan sistem ganda, seperti artileri yang mampu menembakkan senjata kimia dan juga peluru konvensional. Bagi Negeri Paman Sam, rencana serangan ini ditujukan untuk melemahkan kekuatan Suriah bukan untuk merubah rezim yang berkuasa.
Beberapa politisi AS memperingatkan, bila operasi militer terjadi, kemungkinan akan berujung pada serangan balasan yang diarahkan kepada warga sipil. Mereka khawatir serangan ini tidak akan meminimalisir tindakan kekerasan yang terus berlangsung di Suriah.
Terlepas dari peringatan itu, Pemerintah AS sepertinya sudah benar-benar bulat mempersiapkan serangan. Mereka saat ini hanya menunggu hasil pengumpulkan fakta mengenai dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad terhadap warganya.
Diperkirakan, serangan itu akan berlangsung dalam waktu dua hari ke depan. Serangan juga diyakini akan melibatkan rudal Tommahawk, yang dipersiapkan dari kapal perang AS yang ditempatkan di Laut Mediterania.
(Fajar Nugraha)