Revisi UU Pilpres Jangan Dilakukan Setengah Hati

Catur Nugroho Saputra, Jurnalis
Rabu 02 Oktober 2013 14:50 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, mengaku sangat khawatir terhadap pembahasan revisi UU Pemilihan Presiden (Pilpres), jika dilakukan setengah hati.

Menurutnya, pembahasan yang dilakukan setengah hati ini, nanti dapat melahirkan pemimpin yang tidak baik.

"Kalau rumusan UU Pilpres ini dibahas setengah hati, kita khawtair jika dengan UU yang tidak sehat, akan melahirkan pemimpin yang tidak sehat," kata Wiranto, kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2013).

Padahal, lanjut Wiranto, dalam mencari seorang pemimpin dibutuhkan kompetensi, pengalaman, knowledge, pengetahuan, perilaku terpuji, dan kekuatan spiritual baik.

Wiranto juga mempermasalahkan Parliamentary Threshold (PT) yang dijadikan pedoman untuk menentukan calon presiden (capres). Adanya PT ini kata dia, akan menghambat dan mengebiri hak-hak politik rakyat untuk mendapatkan pemimpin berkualitas demi perubahan.

"Kalau dibatasi dengan UU, akan membatasi pilihan rakyat dan orang-orang yang punya kompetensi untuk calonkan diri, ini yang saya bilag tidak adil. Maka saya selalu katakan Partai Hanura perjuangkan capres dan cawapres jangan dibatasi persentase," tuturnya.

Lebih jauh, Wiranto pun menginginkan semua parpol yang lolos Pemilu bisa ajukan capres dan cawapres sebelum Pemilu 2014.

"Artinya parpol yang sah berhak ajukan capres dan cawapresnya. Itu yang Hanura jadikan pedoman kepada saya dan Pak HT mendeklarasikan," tambahnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya