MOSKOW - Selain tim ahli dari Swiss, Palestina juga mengundang tim ahli dari Rusia untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan Yasser Arafat yang diracun. Tim dari Rusia turut menegaskan bahwa ada kandungan racun di tubuh Arafat.
Namun pihak Palestina mendapatkan laporan dari Rusia mengenai peran racun atas kematian Arafat, masih inkonklusif. Sebelumnya tim ahli dari Swiss menyebutkan bahwa mantan pemimpin Palestina itu kemungkinan besar diracun oleh zat polonium yang langka.
Meskipun ada perbedaan, laporan dari Swiss dan Rusia sepakat bahwa kematian Arafat bukan disebabkan karena usia tua ataupun penyakit. Laporan dari tim ahli kedua negara itu menyebutkan bahwa Arafat wafat karena zat beracun. Demikian diberitakan Reuters, Sabtu (9/11/2013).
Rusia diundang oleh pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas untuk dimintai pendapat kedua. Sementara tim dari Prancis merupakan bagian dari tim hukum yang tengah diurus oleh Arafat di Prancis. Tim Prancis belum mengumumkan temuannya mengenai penyebab kematian Arafat.
Ilmuwan Swiss pada Kamis 7 November 2013 lalu menemukan jejak dari polonium-210 di jasad Arafat. Rentan waktu ketika Arafat dirawat karena penyakitnya dan waktu kematian, dinilai konsisten dengan masa inkubasi dari racun polonium.
Sementara anggota tim medis Palestina, Dr. Abdullah Bashir mengatakan, para penyelidik Rusia mengaku menemukan jejak polonium, tetapi menolak untuk menjelaskan secara detail penemuan mereka.
Rusia sepertinya masih belum bisa mengambil sikap mengenai penyebab pasti kematian Arafat. Hingga kini belum diketahui siapa yang meracuni Arafat, tetapi Palestina bersikeras Israel berada di balik kematiannya.
(Fajar Nugraha)