BANDUNG - Bandung dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata fesyen dan kuliner favorit di Jawa Barat. Selain itu, Bandung juga ramai dengan aktivitas para pelajar dan warga lokal. Tak heran bila kemacetan mewarnai keseharian Paris van Java itu.
Berikut lanjutan 25 titik kemacetan di Bandung:
26. Jalan Purnawarman
Penyebab: Banyaknya kendaraan keluar-masuk BEC dan pertokoan sekitar, volume kendaran yang tinggi, jalannya sempit, serta seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.
27. Jalan Pasirkaliki (depan SMAN 6 Bandung)
Penyebab: Banyak kendaraan diparkir di pinggir jalan, volume kendaraan yang melintas lokasi cukup banyak, ditambah banyaknya angkot yang ngetem.
28. Jalan AH Nasution (dekat Pasar Cicadas)
Penyebab: Volume kendaraan yang banyak, maraknya PKL yang menggelar dagangan menggunakan badan jalan.
29. Jalan Ibrahim Adjie (sekitar Pasar Kiaracondong dan fly over)
Penyebab: Adanya perlintasan kereta api, pedagang yang meluber ke badan jalan, angkot ngetem sembarangan, penyempitan jalan, serta tingginya volume lalu lintas di lokasi.
30. Jalan Jakarta
Penyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, serta banyaknya angkot dan bus yang ngetem.
31. Jalan Gatot Subroto (depan TSM hingga pasar)
Penyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, banyaknya keluar-masuk kendaraan menuju TSM, angkot ngetem, adanya aktivitas pasar, dan pedagang yang meluber ke badan jalan.
32. Sekitar Perempatan Tol Pasteur
Penyebab: Volume kendaraan yang sangat banyak dari Tol Pasteur, Jalan Pasteur, Gunungbatu, dan Surya Sumantri.
33. Jalan Sukajadi (depan PVJ)
Penyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, keluar-masuk mal PVJ, serta penyempitan jalur.
34. Jalan Cibeureum (perbatasan Kota Bandung-Kota Cimahi)
Penyebab: Penyempitan jalur, angkot ngetem sembarangan, dan tingginya volume kendaraan.
35. Perempatan Jalan Padjajdaran-Pasirkaliki
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan dari masing-masing arah.
36. Jalan Kebonkawung (depan Stasiun Bandung)
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan dan diperparah dengan seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.
37. Jalan Sudirman (depan Pasar Ciroyom)
Penyebab: Banyaknya kendaraan yang keluar-masuk pasar, tingginya volume kendaraan yang melintas di lokasi, pedagang meluber ke badan jalan, serta banyaknya kendaraan yang diparkir di sana.
38. Sekitar Simpang Dago
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan, dan pedagang yang meluber ke badan jalan di sekitar Pasar Dago.
39. Jalan Tamansari (depan Kampus Universitas Unisba dan Universitas Pasundan)
Penyebab: Banyaknya parkir di kiri jalan, jalan yang relatif kecil, banyak kendaraan keluar-masuk kampus, serta angkot yang sering berhenti di sekitar lokasi untuk menurunkan penumpang
40. Jalan Cihampelas
Penyebab: Pusat keramaian, banyaknya volume kendaraan yang melintas ke lokasi, banyak kendaraan keluar-masuk ke area pertokoan di sepanjang Jalan Cihampelas, serta seringnya angkot berhenti untuk menurunkan penumpang.
41. Jalan Ciwastra
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan, banyak kendaraan keluar-masuk dari jalan kecil di sekitar Jalan Ciwastra, serta jalan yang relatif sempit.
42. Jalan Wahid Hasyim/Kopo (dekat perempatan Soekarno-Hatta)
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan yang melintas dan angkot yang ngetem sembarangan.
43. Jalan Buahbatu
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan, banyak kendaraan keluar-masuk pertokoan di sepanjang Buahbatu, serta banyaknya kendaraan keluar-masuk dari jalan kecil di sekitar Buahbatu.
44. Jalan Lengkong Besar
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan yang melintasi lokasi, banyak kendaraan keluar-masuk Kampus Unpas, serta seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.
45. Sekitar ITC Kebon Kalapa
Penyebab: Banyaknya kendaraan yang parkir, angkot yang ngetem sembarangan, serta banyaknya volume kendaraan yang melintas di sekitar lokasi.
46. Jalan Rajawali Timur
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan, pedagang Pasar Ciroyom meluber ke badan jalan, serta angkot yang ngetem sembarangan.
47. Jalan Kebonjati
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan, serta banyaknya angkot yang ngetem di lokasi. Kondisi itu diperparah karena kendaraan di depannya tersendat di sekitar Pasar Baru.
48. Perempatan Ir Djuanda-RE Martadinata
Penyebab: Banyaknya volume kendaraan dan penyempitan jalan.
49. Jalan Gunungbatu
Penyebab: Jalan relatif sempit, volume kendaraan cukup banyak, adanya delman membuat arus lalu lintas sering tersendat.
50. Jalan Cibaduyut
Penyebab: Jalan relatif sempit, arus lalu lintas cukup padat, dan sering keluar-masuk kendaraan ke pertokoan sekitar.
(Anton Suhartono)