MEXICO CITY – Presiden Israel Shimon Peres tidak percaya negaranya meracuni pemimpin Palestina Yasser Arafat. Peres menyatakan, lebih mudah untuk menembak mati Arafat dari pada meracuninya.
“Saya tidak percaya (Israel meracuni Arafat). Lebih mudah membunuh Arafat dengan senapan,” ujar Peres saat berkunjung ke Meksiko, seperti dikutip AFP, Rabu (27/11/2013).
Bersama Arafat dan mantan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin, Peres meraih Penghargaan Nobel Perdamaian pada 1994. Rabin tewas ditembak mati tokoh Yahudi garis keras pada 1995.
Arafat diduga kuat diracun setelah tim ahli dari Eropa mengotopsi jasadnya. Tim ahli tersebut menemukan jasad Arafat mengandung zat radioaktif polonium dalam jumlah besar.
Arafat meninggal dunia dalam perawatan di Prancis pada 2004. Sebelumnya, Arafat disebut meninggal dunia karena mengidap kanker.