PARIS - Ketika tim ilmuwan Prancis menyatakan bahwa mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat tidak wafat karena diracun, ada satu pihak yang merasa senang. Israel menjadi pihak yang legas ketika temuan itu bocor ke media.
Arafat memang memiliki banyak musuh di lingkungan sekitarnya, tetapi warga Palestina meyakini bahwa Israel berada di balik kematian Arafat. Selama dua setengah tahun di akhir hayatnya, Israel sempat melakukan penyerangan terhadap markas Arafat di Ramallah dan terus berniat untuk membunuhnya.
Sementara mengenai temuan tim ilmuwan Prancis ini, Israel mengaku pihaknya tidak terkejut dan sudah memperkirakan kesimpulan tersebut.
"Kami tidak terkejut dan diharapkan tuduhan (Israel membunuh Arafat) ini bisa dikubur. Kami nilai laporan mengenai kematiannya akibat racun sebagai laporan ceroboh dan tidak terkonfirmasi," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Paul Hirschson, seperti dikutip Reuters, Rabu (4/12/2013).
Israel terus menolak disalahkan terkait kematian Arafat. Menurut Israel, Arafat yang wafat pada usia 75 tahun menjalani gaya hidup yang tidak sehat.
Kesimpulan dari pihak Prancis ini bocor ke beberapa media Prancis dan Reuters. Hasil dari tim tersebut berbeda jauh dari temuan ilmuwan Swiss November 2013 lalu, yang menyebutkan bahwa Arafat wafat karena racun Polonium-210.
(Fajar Nugraha)