PROBOLINGGO - Praktik dukun aborsi berkedok pijat tradisional dibongkar tim Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Jawa Timur. Dari rumah pelaku, polisi menemukan 12 janin yang ditanam secara acak di dapur.
Praktik aborsi yang dilakoni Senenten (65) di rumahnya di Desa Semendi, Kecamatan Tongas, terbongkar setelah pasiennya berinisial TS (14) mengalami pendarahan hebat pada 11 Desember lalu. TS lalu dirawat di RS Tongos.
Dari hasil analisa dokter, pendarahan tersebut akibat upaya pengguguran bayi yang tengah dikandung. TS diperkirakan hamil antara lima sampai enam bulan. Pihak rumah sakit kemudian berkoordinasi dengan polisi.
Kanit Reskrim Polres Probolinggo Kota, Aiptu Arifin, mengaku, sudah lama mencurigai praktik Senenten. Lantaran tidak cukup bukti, penangkapan baru bisa dilakukan pada Senin 16 Desember malam. "Kami berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, kemudian menangkap tersangka di kediamannya," terang Arifin.
Dari hasil pengembangan di rumah Senenten, polisi menemukan 12 orok yang dikubur secara terpisah di dapur. Kondisi orok ada yang sudah menjadi tulang, namun ada juga yang berupa janin dan gumpalan darah yang sudah mengering.
Selanjutnya barang bukti itu dikirim ke Laboratorium Forensi Polri cabang Surabaya. “Kami menemukan tulang, namun ada yang berupa janin dan gumpalan darah di dapur rumah pelaku. Dia menanam hasil aborsi di dapur diduga untuk menghilangkan jejak,” tutup Arifin.
Sementara menurut warga sekitar, Senenten dikenal sebagai tukang pijat biasa. Warga sekitar tidak pernah menduga, wanita berusia lanjut tersebut malokoni praktik aborsi. “Saya kenal dia tukang pijat biasa. Biasanya anak-anak orang dewasa yang datang ke rumahnya untuk pijat refleksi atau terkilir,” aku Marsia seorang warga.
(Risna Nur Rahayu)