JAKARTA - Katanya masih muda, tapi kenapa banyak pikiran sehingga menjadi galau? Buktinya, banyak status, tweet atau foto-foto galau bertebaran di media sosial.
Bagi mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Sabrina Sabila, banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang menjadi galau. Sabrina menilai, seseorang menggalau karena terlalu banyak pertimbangan akan suatu hal.
"Ada dua pilihan atau lebih, kita harus memilih salah satu di antara pilihan tersebut," ujar Sabrina saat berbincang dengan Okezone di Ciputra Artpreneur Center, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Mahasiswi jurusan Arsitektur itu mengaku, salah satu faktor penyebab galau adalah perkembangan teknologi. Kok bisa? Ternyata, perkembangan teknologi yang mendorong kelahiran berbagai media sosial turut mendukung kegalauan anak muda masa kini. Terutama untuk urusan percintaan.
"Biasanya kalau kita suka sama seseorang pasti memantaunya dari sosial media, entah itu dari twitter, path, facebook maupun media sosial lainnya," imbuhnya.
Andini Gahayati Budhiadaya R setuju dengan pendapat Sabrina. Mahasiswi Universitas Indonesia (UI) ini menilai, galau berarti seseorang memiliki perasaan yang gundah, risau, tidak tenang dan labil.
Galau sendiri bisa disebabkan karena kita jatuh cinta. Mneurutnya, jika seseorang sedang menyukai orang lain, dia pasti galau.
"Kita galau karena ketika menghadapi pilihan, banyak pertimbangan dan banyak dipengaruhi oleh orang lain," ungkap mahasiswi jurusan Farmasi itu.
(Rifa Nadia Nurfuadah)