Mahasiswa Jangan Jadi "Pelacur" Intelektual

Salman Mardira, Jurnalis
Rabu 12 Februari 2014 17:28 WIB
Yudisium lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar Raniry. (Foto Humas UIN Ar Raniry)
Share :

BANDA ACEH - Mahasiswa dan alumni perguruan tinggi harus berani menyiarkan karyanya kepada publik terutama melalui media massa, agar idenya bisa mencerahkan masyarakat. Hindarkan diri untuk menjadi pelacur intelektual yang hanya menjiplak karya orang lain.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, Dr. Abdul Rani Usman dalam sembutannya pada Yudisium Sarjana di Aula UNI Ar Raniry, Banda Aceh, Rabu (12/2/2014).

"Di dunia intelektual, baik secara internasional, Indonesia dan Aceh sekalipun telah beberapa kali kita mendengarkan dan membaca terkait dengan 'pelacuran intelektual'. Misalnya seorang mahasiswa menjiplak skripsi orang lain, dosen memplagiat karya mahasiswa untuk dijadikan tesisnya, berpura-pura melakukan penelitian, dan sebagainya. Inilah pelacuran intelektual di perguruan tinggi," katanya di Darussalam, Banda Aceh.

Menurutnya, orang-orang intelektual merupakan orang yang telah menempuh proses belajar yang panjang, banyak membaca, menulis serta ikut mempublikasikan karyanya di media masa untuk dibaca oleh orang banyak.

Seorang yang intelektual pada umumnya dikenal di kampus maupun masyarakat. Ia dikenal lewat aksi nyata maupuun ide-ide yang dituangkan dalam karyanya kemudian dipublikasikan ke masyarakat melalui media, atau secara langsung sesuai dengan kebutuhan masyarakat sendiri.

Rani mengingatkan mahasiswa maupun alumni fakultas dipimpinnya, jangan pernah menyadur atau memplagiat karya ilmiah orang lain, karena itu perbuatan dosa dan memalukan. Melainkan harus berani menyampaikan ide-ide baru lewat karya.

Sementara Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar Raniry, Drs. Juhari Hasan, M.Si dalam laporannya menyampaiakan, secara kuantitatif peserta yudisium semester ganjil 2013/2014 mengalami peningkatan dibandingkan dengan semester sebelumnya.

"Peserta yudisium semester ini berjumlah 86 orang, sementara semester lalu 77 orang, mengalami peningkatan sebesar 11,68%. Tahun ini yang lulus predikat istimewa sebanyak 20 orang, baik sekali 58 orang, dan predikat baik sebanyak 8 orang," ujar Juhari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya