KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia mulai melakukan penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas militer dan departemen penerbangan sipil. Penyelidikan difokuksan pada respons awal ketika pesawat Malaysia Airlines MH370 dinyatakan hilang.
Penyelidikan ini dilakukan di saat meningkatnya ketegangan antara otoritas militer dan sipil, mengenai siapa yang paling bertanggungjawab dalam kekeliruan dalam mengecek radar. Akibat kesalahan tersebut, diyakini pencarian terhadap pesawat Malaysia Airlines berlangsung di tempat yang salah.
"Yang terjadi saat itu kini mulai diselidiki dan saya tidak bisa berkata banyak, karena hal ini melibatkan militer dan pemerintah," ujar seorang pejabat senior Pemerintah Malaysia, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/4/2014).
Namun pihak pejabat Pemerintah Malaysia itu tidak menjelaskan secara detail penyelidikan yang dimaksud. Tidak diketahui pihak kementerian apa yang berwenang melakukan penyelidikan ini.
Sebelumnya, Koresponden CNN Nic Robertson menyebutkan, pihak Malaysia sudah melakukan pencarian ketika pesawat dinyatakan hilang pertama kali.
Menurut Robertson, begitu militer Malaysia medapatkan laporan dari pihak Malaysia Airlines bahwa MH370 hilang, mereka langsung mengirim pesawat. Pesawat tersebut dikirim sebagai langkah awal. Robertson menambahkan, pengiriman pesawat itu dilakukan beberapa hari sebelum pencarian besar-besaran dilakukan.
Tim Komunikasi Kementerian Pertahanan Malaysia membantah laporan CNN tersebut. Mereka menilai laporan tersebut tidak benar sama sekali.
Pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines tersebut dilaporkan hilang pada 8 Maret 2014. Ketika hilang, pesawat diketahui membawa 239 penumpang ketika dalam perjalanan dari Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing, China.
(Fajar Nugraha)