TRIPOLI - Dua putra mantan pemimpin kontroversial Libya, Moammar Khadafi dihadapkan ke pengadilan. Di samping Saif Al Islam Khadafi dan Saadi, 36 pendukung Khadafi lainnya, harus dihadapkan dengan hal serupa.
Di antara nama-nama tersebut terdapat sejumlah pejabat top saat Khadafi berkuasa. Mereka adalah mantan Kepala Intelijen Libya Abdullah Al Senussi dan dua orang mantan Perdana Menteri Al Baghadi Al Mahmudi dan Bouzid Dorda.
Anak dan pendukung Khadafi didakwa melakukan kejahatan perang. Kejahatan tersebut terjadi saat peristiwa "Arab Spring" menerjang Libya pada 2011.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin (14/4/2014), sesaat sebelum persidangan dimulai, kejaksaan Libya telah mempersiapkan segala sesuatu dengan maksimal. Termasuk dengan pengumpulan bukti dan diinterogasinya lebih dari 200 saksi.
Tak hanya itu, pengamanan di Libya khususnya di Penjara Hadba, Tripoli semakin diperketat. Pasalnya, di penjara itu para terdakwa kasus tersebut ditahan.
Sekadar informasi, pada 2011 lalu, saat Libya dihantam gelombang protes besar, terjadi sejumlah aksi represif yang melibatkan pasukan penjaga keamanan. Diduga aksi represif disulut oleh perintah dari pejabat tinggi saat Khadafi berkuasa.