Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Putra Khadafi Akan Digantung di Libya"

Aulia Akbar , Jurnalis-Kamis, 11 Oktober 2012 |15:02 WIB
Foto : Saif al-Islam Khadafi (IST)
A
A
A

TRIPOLI - Putra Moammar Khadafi, Saif Khadafi, dipastikan akan divonis hukum gantung di negaranya sendiri. Laporan itu diutarakan oleh pengacara Saif, Melinda Taylor.

"Meski Pemerintah Libya sudah membahas isu ini, marilah kita bahas ini dengan jelas, bila Saif diadili di Libya, Saif akan digantung," ujar Taylor, seperti dikutip The Indian Express, Kamis (11/10/2012).

"Saif Khadafi bukanlah 'kelinci percobaan' bagi sistem peradilan Libya. Dia adalah seorang yang memiliki hak, dia juga tidak boleh diabaikan di penjara, sementara Pemerintah Libya merancang sistem peradilan baru," imbuhnya.

Sejumlah pengacara di Libya mengatakan, bukti-bukti pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Saif sudah cukup banyak. Namun pengacara Libya itu berkomitmen, proses pengadilan terhadap Saif akan berlangsung dengan sangat jujur.

Taylor yang berasal dari kantor pengacara Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) menegaskan kembali, Saif Khadafi berhak diberikan pengadilan yang adil. Surat penangkapan terhadap Saif juga sudah dikeluarkan oleh ICC pada Juni 2011.

Pengacara itu menambahkan, pengadilan Saif di Libya dimotivasi oleh sebuah aksi balas dendam, bukan keadilan. ICC juga dianggap sebagai pengadilan kriminal khusus untuk mengadili para terdakwa kejahatan perang atau penjahat-penjahat perang.

Isu penjatuhan hukuman mati terhadap Saif sudah bergulir sejak November 2011. Hal itu sudah diumumkan sendiri oleh sejumlah pejabat Libya. Namun beberapa pejabat Libya lainnya turut khawatir bila nasib Saif akan berakhir seperti ayahnya.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement