JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menilai, penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang dilakukan DKI Jakarta paling berbeda di antara kota lainnya dengan didasarkan pada Komponen Hidup Layak (KHL).
"Kita DKI Jakarta paling nekat dari seluruh Indonesia. Ukuran kemiskinan bukan dua dollar seperti yang dikatakan PBB, bukan berdasarkan kalori, tapi berdasarkan KHL. Gila enggak," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Ahok menjelaskan, jika UMP didasarkan pada kalori yaitu sekira Rp340.000 dan jika ukuran dua dolar berkisar Rp700ribu.
"Kita gunakan standar KHL Rp2 juta loh. Jadi kalau orang penghasilan di bawah dua juta itu masuk garis miskin. Ada pemerintah yang berani seperti ini," terang Ahok.
Disampaikan Ahok, hitungan buruh soal KHL acapkali salah lantaran memasukkan hitungan KHL per keluarga.
"KHL itu lajang. Bukan satu kluarga di situ. Tapi kalau dihitung keluarga, perusahaan masih ada yang mau pakai lu enggak. Anda enggak bisa maksa dong. Kalau perusahaan tutup gimana," tukasnya.
(Susi Fatimah)